google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Biadab! Berbekal 10 Bom Molotov, Pemuda Belawan Bakar Rumah Warga Sambil Teler

Advertisement

Biadab! Berbekal 10 Bom Molotov, Pemuda Belawan Bakar Rumah Warga Sambil Teler

10 Mei 2026

Ilustrasi.

ANTARAsatu.com | MEDAN - Malam jahanam pada 22 Agustus 2025 lalu masih menyisakan trauma mendalam bagi Nurmala. Warga Jalan Pulau Irian, Kelurahan Belawan Bahari, Medan, harus meratapi rumahnya yang ludes dilalap api hanya karena ulah sekelompok pemuda yang sedang tawuran.

Aksi brutal ini terungkap lebih dalam setelah Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan meringkus salah satu pelaku utama berinisial C, 23, pada Kamis (7/5). Fakta miris pun terkuak, serangan molotov yang menghanguskan rumah Nurmala dilakukan para pelaku di bawah pengaruh narkotika.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo mengungkapkan, insiden bermula saat dua kelompok pemuda terlibat bentrok di kawasan padat penduduk tersebut. Bukannya saling serang antar kelompok, para pelaku justru melempar bom molotov ke arah pemukiman warga secara acak.

"Tersangka mengakui ikut membuat dan melempar bom molotov untuk membakar rumah korban bersama rekan-rekannya," ujar Agus, Sabtu (9/5).

Tak tanggung-tanggung, kelompok pemuda ini membekali diri dengan sedikitnya 10 botol bom molotov. Cairan bahan bakar yang meledak di dinding rumah kayu milik Nurmala membuat api merambat dengan sangat cepat.

Nurmala yang saat kejadian tengah berada di rumah kerabatnya hanya bisa terpaku saat mendapati rumah beserta seluruh isinya telah menjadi arang. Kebiadaban itu makin terasa menyakitkan karena para pelaku mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan para korban.

Mereka melemparkan sumbu maut tersebut secara random alias acak ke arah rumah-rumah warga yang tak berdosa. Selain rumah Nurmala yang mengalami kerugian material hingga Rp300 juta, beberapa rumah warga di sekitarnya juga turut terdampak kobaran api.

Agus menambahkan, hasil tes urine terhadap pelaku C menunjukkan hasil positif narkoba. Fakta yang menjelaskan mengapa aksi mereka begitu beringas dan nir-empati.

"Pelaku dalam pengaruh narkoba saat beraksi. Saat ini kami sudah mengamankan tiga pelaku lainnya, sementara rekan pelaku yang lain masih dalam pengejaran intensif," tambah Agus.

Kini, pelaku C harus mendekam di sel tahanan dan terancam hukuman berat. Namun bagi para korban, tertangkapnya pelaku tidak serta-merta mengembalikan kenangan dan harta benda yang telah hangus akibat kegilaan sesaat para pemuda yang kehilangan akal sehat tersebut.



Sumber: detik.com