google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Aksi Kejar-kejaran Pencuri Anak Lembu Simalungun Berakhir di Tol Sinaksak

Advertisement

Aksi Kejar-kejaran Pencuri Anak Lembu Simalungun Berakhir di Tol Sinaksak

14 Mei 2026

Kedua pelaku setelah tertangkap.

ANTARAsatu.com | SIMALUNGUN - Pagi itu, suasana areal perkebunan PTPN IV Unit Laras di Huta II Nagori Tumorang, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, masih tampak lengang. Di tengah aktivitas menggembala ternak, seorang warga bernama Supriadi melihat sebuah mobil sedan hitam terparkir mencurigakan menghadap ke arah Serbelawan.

Tak lama berselang, dua pria keluar dari mobil tersebut. Keduanya langsung menangkap seekor anak lembu milik warga bernama Jumian, lalu memasukkannya ke dalam mobil melalui pintu belakang sebelah kiri.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada Selasa (12/5) itu sontak memicu kepanikan warga sekitar. Supriadi yang menyaksikan kejadian tersebut langsung menghubungi rekannya, Surianto, sebelum melakukan pengejaran menggunakan sepeda motor sambil berteriak meminta bantuan warga.

Aksi pencurian ternak itu kemudian berubah menjadi pengejaran panjang melintasi wilayah perbatasan Silinduk hingga Gunung Maligas. Warga terus mengikuti laju mobil sedan hitam yang melaju dengan kecepatan tinggi demi menghindari kepungan massa.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar AKP Gunawan Sembiring, mengatakan respons cepat saksi di lokasi menjadi faktor penting dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Respons cepat saksi di lokasi sangat membantu. Ia langsung melakukan pengejaran dan memberi informasi kepada warga sekitar sehingga pelaku dapat terlacak,” kata Gunawan, Selasa, (12/5).

Pelarian kedua pelaku akhirnya terhenti di kawasan Simpang Pasar Baru Sigagak, Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Saat mencoba kabur, mobil sedan yang mereka gunakan menabrak sepeda motor.

Benturan itu membuat kendaraan pelaku berhenti. Warga yang sejak awal mengejar langsung mengerumuni mobil dan mengamankan kedua pelaku. Situasi sempat memanas karena massa yang emosi nyaris menghakimi keduanya.

Sekitar pukul 09.29 WIB, seorang warga bernama Muhammad Husnul Salam kemudian menghubungi layanan Call Center 110 Polri untuk melaporkan adanya dua pelaku pencurian ternak yang diamankan warga di dekat SPBU pintu masuk Tol Sinaksak.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti jajaran Kepolisian Resor Simalungun. Personel gabungan dari Polsek Dolok Batu Nanggar dan Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun langsung menuju lokasi guna mengendalikan situasi.

“Setibanya di lokasi, personel langsung mengamankan situasi dan mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” ujar Gunawan.

Kedua pelaku diketahui bernama Surono, seorang petani warga Kecamatan Gunung Malela, dan Hendra Syahputra, wiraswasta asal Kecamatan Dolok Batu Nanggar. Karena mengalami luka akibat dipukuli massa, keduanya sempat dibawa ke Puskesmas Tapian Dolok sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit mobil sedan hitam BK 1271 XO dan seekor anak lembu milik korban yang diduga hendak dibawa kabur.

Kasi Humas Polres Simalungun Verry Purba mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas dari kolaborasi cepat antara masyarakat dan aparat kepolisian.

“Warga menghubungi 110, personel langsung bergerak dan pelaku berhasil diamankan pada hari yang sama,” kata Verry.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya jaringan pencurian ternak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Mobil sedan yang digunakan pelaku juga tengah diperiksa untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Kombes Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut mengapresiasi respons cepat warga dan personel di lapangan. Ia meminta masyarakat tidak ragu menggunakan layanan 110 apabila menemukan tindak kriminal atau gangguan keamanan di lingkungan sekitar.



Sumber: medanposonline.com