![]() |
| Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara |
Kehadiran kapal petikemas milik Samudera Shipping Line Ltd (SSL), perusahaan pelayaran yang mengoperasikan berbagai jenis kapal besar, tersebut sekaligus memberikan dorongan penting bagi pengembangan pelabuhan strategis di pesisir timur Sumatera Utara.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan MV Sinar Bajo di Pelabuhan Kuala Tanjung. Ini merupakan milestone untuk semakin menciptakan peningkatan arus peti kemas di Kuala Tanjung. Dengan semakin meningkatkan pertumbuhan, kami terus menyiapkan operasional agar kegiatan logistic dapat berjalan efisien dan aman," ujar Direktur Utama PT. PMT, Rudi Susanto, di sela acara penyambutan, melalui pers rilis di Batu Bara pada Sabtu (18/4/2026).
Menurut Rudi, kehadiran SSL juga memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai pelabuhan yang mulai dilirik dalam jaringan pelayaran internasional. Dalam pelayaran perdananya, kapal MV Sinar Bejo mengangkut sekitar 400 boks petikemas, melayani rute pelayaran mencakup Singapura-Belawan-Kuala Tanjung-Singapura.
"PMT menargetkan semakin banyak kapal berkapasitas besar bersandar di pelabuhan Kuala Tanjung, sekaligus membuka jalur tetap di Selat Malaka.," tambahnya.
Hal senada disampaikan Senior Vice President Komersial dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Petikemas, Muchammad Ali Afandi, yang menilai bertambahnya operator pelayaran akan berdampak pada peningkatan aktivitas logistik dan kawasan industri di sekitar pelabuhan.
“Penambahan layanan pelayaran akan memperbesar peluang pertumbuhan, baik untuk pelabuhan maupun kawasan industri di sekitarnya,” katanya.
Sementara itu, dari sisi operator, Kuala Tanjung Branch Head PT Samudera Agencies Indonesia, Arrayyan Averus Chairan, menyebut layanan ini akan beroperasi secara rutin setiap pekan.
“Kami akan melayani rute ini secara berkala. Ini juga menjadi peluang bagi pelaku usaha di Sumatera Utara untuk memanfaatkan kapasitas pengiriman yang tersedia,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi Kuala Tanjung yang dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan kawasan industri lainnya menjadi faktor pendukung pengembangan rute tersebut.
Kerjasama yang terjalin antara PMT dan SSL juga disambut baik oleh Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesia Logistics Forwarders Association (ALFI/ILFA) Sumatera Utara.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) ALFI/ILFA, Surianto, masuknya kapal SSL rutin setiap minggu akan meningkatkan kepercayaan pemilik kargo di wilayah hinterland Kuala Tanjung.
“Dengan semakin banyaknya kapal besar melayani kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung maka akan semakin banyak pilihan rute dan kapal sehingga retribusi barang akan semakin berkembang," ujar Surianto.
Upacara penyambutan kapal perdana yang berlangsung di dermaga utama PMT Kuala Tanjung, turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kuala Tanjung, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kuala Tanjung.
Kemudian, Administrator KEK Sei Mangkei, Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Asahan, Balai Besar Karantina Kesehatan Medan Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Kuala Tanjung, perwakilan Regional 1 Pelindo Cabang Kuala Tanjung, PT Prima Indonesia Logistik, PT Prima Pengembangan Kawasan, Asosiasi ALFI/ILFA Sumatera Utara, INSA Medan-Belawan, Organda Angsuspel Belawan, serta sejumlah perusahaan pemilik barang (cargo owner) yang berada di hinterland Kuala Tanjung sekitarnya dan KEK Sei Mangkei.
Secara proyeksi, layanan SSL diperkirakan mampu menyumbang throughput sekitar 1.600 TEUs per bulan atau sekitar 19.200 TEUs per tahun.
Dengan mulai beroperasinya layanan internasional secara rutin, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik di Selat Malaka, sekaligus mendukung peningkatan daya saing ekspor dari Sumatera Utara. ***

