ANTARAsatu.com | ACEH SELATAN - Pertamina Patra Niaga kembali memperkuat tatanan ekonomi masyarakat pesisir melalui ekspansi infrastruktur energi di wilayah pelosok. Kali ini, perusahaan meresmikan SPBU Nelayan 18.237.014 yang dikelola oleh Koperasi KNTI Aceh Selatan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kamis (30/4).
Kehadiran SPBU Nelayan ini bukan sekadar urusan distribusi bahan bakar, melainkan bagian dari strategi besar pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Dengan menggandeng koperasi sebagai pengelola, Pertamina berupaya menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Aceh Selatan.
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menjelaskan, proyek ini adalah wujud nyata layanan energi yang inklusif. Menurutnya, akses energi yang berkeadilan merupakan kunci untuk mendorong kemandirian ekonomi nelayan.
"Peresmian ini merupakan komitmen kami dalam menjaga keandalan distribusi energi. Melalui program BBM Satu Harga, kami berharap kehadiran SPBU ini dapat mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono, yang hadir dalam peresmian tersebut, mengapresiasi kolaborasi berbasis koperasi ini. Ia memproyeksikan wilayah ini akan berkembang menjadi "Kampung Nelayan Merah Putih".
“Kehadiran negara melalui SPBU Nelayan diharapkan dapat mengubah tatanan ekonomi masyarakat. Nantinya, kampung ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang dengan SPBU Nelayan sebagai pusat kegiatan ekonomi,” kata Ferry.
Sebelum SPBU ini berdiri, para nelayan di Bakongan Timur menghadapi kendala efisiensi yang cukup berat. Mereka harus menempuh jarak 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Kondisi ini memakan waktu dan meningkatkan biaya operasional melaut. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan pemangkasan jarak distribusi ini akan membuat aktivitas melaut menjadi jauh lebih efisien.
"Kami mendekatkan akses energi agar produktivitas nelayan meningkat. Pertamina Patra Niaga akan terus menjaga keandalan pasokan di wilayah Sumatera Bagian Utara," ungkap Sunardi.
Untuk menjamin keadilan, SPBU Nelayan ini menyalurkan Biosolar subsidi secara tepat sasaran. Proses penyaluran dilakukan secara transparan melalui aplikasi XStar.
Setiap pembelian didasarkan pada surat rekomendasi dari dinas terkait, sehingga distribusi BBM subsidi dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel. Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat meminimalkan penyalahgunaan dan memastikan energi benar-benar sampai ke tangan mereka yang berhak.
Melalui peresmian ini Pertamina Patra Niaga ingin menunjukkan bahwa menjaga ketahanan energi nasional bisa berjalan selaras dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui wadah koperasi.
