Seorang personel SAR memperhatikan suasana Danau Toba di kawasan perairan air terjun Situmurun, Minggu (12/4).
ANTARAsatu.com | TOBA - Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran pada hari kedua pencarian Christopher Rustam, 21, wisatawan yang dilaporkan hilang di perairan Danau Toba. Tepatnya di kawasan objek wisata Air Terjun Situmurun, Desa Situmurun, Kabupaten Toba, Sumatra Utara.
Hingga Minggu (12/4) sore, upaya pencarian oleh tim SAR belum membuahkan hasil. Korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah tenggelam saat berenang bersama rombongannya pada Sabtu (11/4), sekitar pukul 12.10 WIB.
Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Medan Hery Marantika, tim SAR telah memaksimalkan berbagai metode pencarian untuk menemukan pemuda tersebut. Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) serta penyelaman di titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi terakhir korban terlihat.
Selain pengerahan personel dari Pos SAR Danau Toba, Polsek Lumban Julu, dan Polair Danau Toba, tim juga menggunakan teknologi Aqua Eye untuk memindai objek di bawah permukaan air. Meski area pencarian telah diperluas, Hery mengatakan, kondisi medan perairan di sekitar Air Terjun Situmurun cukup menantang bagi para penyelam sehingga faktor keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
"Hingga sore hari korban masih belum ditemukan. Operasi kami hentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan," ungkapnya, Minggu (12/4) malam.
Terkait dengan kejadian ini, dia mengingatkan para wisatawan yang berkunjung ke destinasi perairan di Sumut, khususnya Danau Toba untuk selalu mengutamakan keselamatan. Tidak memaksakan diri berenang jika kondisi fisik tidak prima atau tidak menguasai medan.
"Kami juga berharap kerja sama aktif dari masyarakat sekitar untuk segera melaporkan informasi apa pun yang dapat membantu proses pencarian korban," pungkasnya.
