ANTARAsatu.com | ACEH BESAR - Wajah Rika tampak sumringah saat menata dagangannya di kios yang masih berbau cat baru. Warga Desa Meunasah Mon ini kini tak lagi bingung mencari tempat untuk menjajakan kulinernya.
Bersama puluhan warga lain, ia resmi menempati fasilitas baru yang menjadi tumpuan harapan ekonomi keluarganya. Pada Jumat (3/5/2026), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah Mon.
Langkah ini menjadi upaya konkret Pertamina dalam mendorong ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Program ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pertamina dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.
Sebanyak 15 unit kios usaha telah disiapkan untuk menampung 28 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat. Namun, Pertamina tidak hanya memberikan kunci kios lalu pergi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan, pihaknya ingin menciptakan ekosistem usaha yang produktif.
"Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya memiliki tempat usaha, tetapi juga kesempatan untuk berkembang dan berdaya saing," ujarnya.
Untuk memastikan kualitas produk yang dijual mampu bersaing di pasar yang lebih luas, Pertamina membekali para warga dengan pelatihan khusus. Mereka menghadirkan chef profesional untuk memberi pelatihan memasak serta edukasi mengenai pelayanan prima (service excellence).
Senada dengan Fahrougi, Fuel Terminal Manager Krueng Raya Danang Agung Saputra menyebut, keberadaan foodcourt ini adalah bukti komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
"Sebagai bagian dari masyarakat Krueng Raya, kami ingin memastikan operasional Pertamina memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," katanya.
Dorongan ini pun disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulaimi, yang hadir mewakili Bupati, mengapresiasi langkah Pertamina yang menurutnya sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Bagi warga seperti Rika, bantuan modal dan fasilitas ini adalah napas baru.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Sekarang kami punya tempat usaha yang layak untuk menambah penghasilan keluarga," ungkapnya.
Fahrougi memastikan, program yang mendukung tujuan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi ini tidak berhenti di acara seremonial saja. Dia memastikan Pertamina terus berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring berkelanjutan.
"Agar foodcourt ini tetap hidup dan menjadi motor penggerak ekonomi jangka panjang bagi warga Aceh Besar," pungkasnya.
