google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Proyek Sekolah Miliaran Bermasalah, Kadisdik Dairi Pilih Bungkam Seribu Bahasa

Advertisement

Proyek Sekolah Miliaran Bermasalah, Kadisdik Dairi Pilih Bungkam Seribu Bahasa

04 Maret 2026

 

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi.


ANTARAsatu.com | DAIRI – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Dairi, Jaspin Sihombing, memilih bungkam terkait status proyek Unit Sekolah Baru (USB) dan revitalisasi sekolah tahun anggaran 2025. Sikap tertutup pimpinan dinas tersebut muncul di tengah isu panas mengenai keterlambatan pengerjaan dan bidikan Aparat Penegak Hukum (APH).


Berdasarkan data yang dihimpun, Kabupaten Dairi menerima alokasi besar dari APBN 2025 untuk pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan. Proyek tersebut mencakup USB PAUD TK Negeri Pembina Sopo Butar senilai Rp1,68 miliar dan USB SMP Negeri 4 Sidikalang dengan anggaran mencapai Rp1,91 miliar.


Selain pembangunan unit baru, terdapat empat proyek revitalisasi SMP melalui skema swakelola Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total nilai fantastis, antara lain:


- SMP Negeri 2 Tigalingga: Rp2,32 miliar.


- SMP Negeri 2 Siempat Nempu: Rp2,22 miliar.


- SMP Negeri 1 Sumbul: Rp1,25 miliar.


- SMP Negeri 2 Sidikalang: Rp733,7 juta.


Sorotan tajam tertuju pada proyek revitalisasi SMP Negeri 2 Tigalingga. Meski menelan biaya sekitar Rp2,3 miliar, hingga pertengahan Januari 2026 pembangunan dilaporkan belum kunjung tuntas.


Kondisi fisik bangunan yang terbengkalai ini memicu dugaan adanya penyimpangan dalam pelaksanaan di lapangan.


Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa institusi penegak hukum telah mulai mengumpulkan bukti-bukti. Seorang sumber dari lembaga pemberantasan korupsi di Kabupaten Dairi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi bukti awal.


"Kami telah menemukan pintu masuk untuk melakukan penyelidikan terkait pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah di wilayah Dairi," ujar sumber APH tersebut pada Selasa (24/2).


Hingga kini Jaspin Sihombing belum memberi tanggapan meski upaya konfirmasi telah dilakukan berulang kali, lansir mistar.id. Bungkamnya Kadisdik semakin memperkuat spekulasi publik mengenai carut-marutnya hasil proyek sekolah di Kabupaten Dairi, Sumut, tahun anggaran 2025.