![]() |
| Kepala Sekolah MTs Alwasliyah 19 Percut, M.Irsad, SH, mengatakan kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang spiritual dan pendidikan keorganisasian yang sarat makna. |
Kepala Sekolah MTs Alwasliyah 19 Percut, M.Irsad, SH, yang memimpin langsung acara berbuka puasa bersama, dalam sambutannya mengatakan kegiatan yang mulia ini bertujuan bukan sekadar berbagi hidangan berbuka, melainkan mempererat silaturahmi, meneguhkan nilai spiritualitas, serta menguatkan ikatan ukhuwah islamiyah dalam kebersamaan.
"Semoga kebersamaan ini menjadi ladang keberkahan, memperkokoh solidaritas organisasi, dan memperhalus hati dalam semangat pengabdian," ujar Irsad.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang spiritual dan pendidikan keorganisasian yang sarat makna.
"Ramadhan dalam perspektif Islam Nusantara mengajarkan keseimbangan antara nilai ibadah, kebijaksanaan sosial, dan harmoni kebangsaan," terangnya.
Selain itu, Irsad juga berharap dengan momen kebersamaan ini dapat semakin menambah kekompakan para guru-guru untuk lebih baik lagi dalam kemajuan sekolah madrasah Alwasliyah kedepannya.
"Harapannya semoga Madrasah Alwasliyah 19 ini tetap dipercaya khususnya masyarakat sekitar Percut, dalam mengemban amanah memberikan pendidikan guna turut mencerdaskan generasi bangsa Indonesia," ucapnya.Kegiatan jelang acara berbuka puasa bersama ini turut diisi dengan tausiyah Kultum (Kuliah tuju menit) disampaikan oleh Gusleo, SAg, yang mengangkat tema "Media Al-Qur'an sebagai Mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW dan keistimewaan malam 1000 bulan (Lailatul Qodar).***

