ANTARAsatu.com | DAIRI – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidikalang 3 angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Dairi pada awal Februari 2026.
Pemilik SPPG Sidikalang 3 Delphi Masdiana Ujung mengaku seluruh proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat. Dia menyangkal adanya kelalaian prosedur di dapur miliknya.
Menurut dia, setiap aktivitas di SPPG diawasi langsung oleh tiga staf dari Badan Gizi Nasional (BGN), yang terdiri dari Kepala SPPG, Akuntan dan Ahli Gizi.
"Bukan maksud membela diri, namun berdasarkan laporan juru masak dan pengawasan BGN, kami sulit mempercayai kejadian ini bisa terjadi. Pengawasan berjalan sangat baik, bahkan 47 relawan kami sudah memiliki sertifikat penjamah makanan dan lolos pemeriksaan kesehatan," kata Delphi, Jumat (27/2), lansir sumutpos.jawapos.com.
Dia mengungkapkan, investigasi telah dilakukan secara menyeluruh oleh BGN dan Dinas Kesehatan, termasuk pemeriksaan terhadap 16 titik rekaman CCTV di lokasi pengolahan. Buntut dari insiden tersebut, BGN telah menutup sementara operasional SPPG Sidikalang 3.
Delphi berujar, alasan pihaknya baru memberikan keterangan sekarang adalah untuk menjaga situasi tetap kondusif.
"Kami menyadari saat suasana masih panas atau viral, penjelasan apa pun akan sulit diterima karena kondisi masih panik. Kami memilih menunggu hingga situasi lebih tenang," katanya.
Meski hasil uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Lakesda) Provinsi Sumatera Utara telah diumumkan secara resmi oleh Pemkab Dairi, tetapi dia berharap investigasi lanjutan dari BGN dapat memberi titik terang.
Pihak yayasan berharap BGN memberikan kesempatan kembali kepada SPPG Sidikalang 3 untuk beroperasi sebagai mitra pendistribusian MBG demi menyukseskan program strategis nasional.
Menurut Delphi menyatakan, pihaknya juga sangat terpukul atas kejadian yang menimpa siswa SMK Swasta HKBP dan SMK Swasta Arina Sidikalang.
"Kami memohon maaf kepada orang tua dan pelajar. Harapan kami, berdasarkan investigasi BGN, kami bisa dipercaya lagi untuk berbakti sehingga para relawan bisa kembali bekerja," katanya.
