Razia BNN Deli Serdang di salah satu kafe, Minggu (15/3). (mistar.id)
ANTARAsatu.com | DELI SERDANG – Malam yang seharusnya tenang di bulan suci Ramadan mendadak pecah oleh deru mesin kendaraan petugas. Jarum jam menunjukkan pukul 00.30 WIB ketika puluhan personel Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Deli Serdang mulai menyisir jalanan, mengincar sisa-sisa hiruk-pikuk hiburan malam yang nekat berdenyut di tengah larangan.
Operasi senyap yang melibatkan 35 personel ini bukan sekadar patroli biasa. Di bawah komando Kepala BNNK Deli Serdang Kombes Josua Tampubolon, tim bergerak cepat menyasar titik-titik yang disinyalir mengabaikan surat edaran Bupati terkait penutupan tempat hiburan umum selama Ramadan.
Drama bermula saat petugas merangsek masuk ke GM Cafe. Di tengah kepulan asap rokok dan sisa musik, satu per satu pengunjung diminta menjalani tes urine.
Hasilnya, satu orang tak berkutik setelah indikator menunjukkan hasil positif narkoba. Suasana kian memanas saat petugas bergeser ke Sean Cafe.
Di sana, seorang biduan kafe yang baru saja turun panggung tak dapat mengelak saat tes urine menyatakan dirinya mengonsumsi zat terlarang. Namun, upaya petugas untuk membawa sang biduan tidak berjalan mulus.
"Sempat terjadi ketegangan dengan pihak pengelola saat kami hendak mengamankan yang bersangkutan," ujar Josua Tampubolon, Minggu (15/3), lansir mistar.id.
Aksi adu mulut dan keberatan dari pihak manajemen kafe sempat mewarnai proses pengamanan. Meski suasana sempat memanas, ketegasan petugas membuat pihak pengelola akhirnya mundur.
Sang biduan beserta pengunjung lainnya yang terindikasi positif langsung digelandang ke Kantor BNNK Deli Serdang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut Josua, razia ini merupakan bagian dari operasi serentak yang digelar BNN kabupaten/kota di seluruh wilayah Sumut. Selain sebagai upaya pemberantasan narkotika, langkah ini menjadi bentuk pengawasan keras terhadap kepatuhan pengusaha hiburan malam selama bulan puasa.
"Ada sejumlah tempat yang kami periksa. Sebagian besar memang sudah tutup sesuai imbauan. Namun bagi yang masih nekat beroperasi dan ditemukan penyalahgunaan narkoba, tentu akan kami proses hukum," tegasnya.
Meski banyak pintu kafe yang sudah terkunci rapat saat disatroni, BNNK Deli Serdang memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan. Selama Ramadan, pemantauan intensif akan terus dilakukan untuk memastikan wilayah tersebut bersih dari peredaran gelap narkotika, sekaligus menghormati kekhusyukan masyarakat yang sedang beribadah.
