google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Dua Juta Pengusaha Sumut akan Didatangi 13 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026

Advertisement

Dua Juta Pengusaha Sumut akan Didatangi 13 Ribu Petugas Sensus Ekonomi 2026

13 Maret 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - BPS akan menebar sebanyak 13.000 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Sumut. Mereka akan memvalidasi data dua juta pelaku usaha di wilayah Sumut yang didominasi oleh sektor UMKM dan digital.


"Target dua juta pelaku usaha ini harus bisa diselesaikan selama 2,5 bulan melalui pendataan door-to-door," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Asim Saputra, Kamis (12/3).


Dia mengatakan, pengerahan jumlah petugas itu bertujuan untuk memastikan akurasi data dalam waktu singkat. Bukan hanya toko fisik, mereka juga akan menyasar ratusan ribu usaha yang selama ini sulit terdeteksi secara konvensional.


"Sudah ada 1,5 juta pelaku usaha yang teridentifikasi. Namun, masih ada sekitar 300 hingga 500 ribu lainnya yang belum kita kenali karena beroperasi dari rumah atau kafe dengan sistem daring," jelasnya.


Menurut dia, petugas lapangan dibekali kemampuan untuk memotret realitas ekonomi digital yang kini menjadi tulang punggung baru di Sumut. Pengerahan petugas sensus sebanyak itu juga mencerminkan lonjakan aktivitas ekonomi di Sumut dibandingkan satu dekade lalu.


Sebagai perbandingan, data Sensus Ekonomi 2016 mencatat total usaha yang ada di Sumut sebanyak 1.166.198 unit dengan 3.219.673 pekerja. Dari jumlah itu, sebanyak 1,15 juta di antaranya adalah usaha UMKM.


Pada 2026, jumlah objek sensus di Sumut diproyeksikan mencapai dua juta unit usaha. BPS Sumut juga menilai struktur ekonomi di wilayah kerjanya saat ini sudah jauh lebih kompleks.


Mencakup sektor pertambangan, industri pengolahan, hingga jasa rekreasi yang tersebar di wilayah perkotaan maupun pelosok. Pendataan yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 ini jug diharapkan menghasilkan data yang "clear".


Yang menjadi salah satu dasar penting untuk menyusun strategi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu Asim berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat bersikap kooperatif menyambut kedatangan petugas lapangan.


"Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi akan tepat sasaran," pungkasnya.