google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 KERACUNAN MBG: RSUD Kalang Kabut, Harus Tambah Puluhan Bed Tangani Siswa SMK HKBP Sidikalang

Advertisement

KERACUNAN MBG: RSUD Kalang Kabut, Harus Tambah Puluhan Bed Tangani Siswa SMK HKBP Sidikalang

10 Februari 2026

 

Para siswa SMK HKBP Sidikalang yang sedang menjalani penanganan medis, Selasa (10/2).


ANTARAsatu.com | DAIRI - RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, menambah puluhan tempat tidur untuk menangani lonjakan siswa SMK HKBP Sidikalang yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Rumah sakit menerima tambahan 25 bed setelah jumlah pasien meningkat sejak Selasa (10/2).


Direktur RSUD Sidikalang Mey Sitanggang mengatakan rumah sakit menangani 52 siswa dengan keluhan mencret, mual, sesak napas, dan gangguan kesehatan sejenis. Pasien-pasien tersebut dirawat setelah mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi MBG.


“Ada tambahan 25 bed setelah lonjakan pasien,” ungkapnya, Selasa (10/2).


Pasien mulai masuk sejak pagi hari, sebagian di antaranya merupakan rujukan dari Puskesmas Huta Rakyat. Dari hasil penanganan sementara, beberapa pasien menunjukkan perbaikan kondisi, tetapi belum diizinkan pulang.


RSUD Sidikalang menunggu penilaian lanjutan dari dokter sebelum memperbolehkan pasien meninggalkan rumah sakit. Seluruh pasien masih berada dalam pemantauan medis.


Mey menyebut penetapan status keracunan tidak dapat ditentukan secara langsung. Penilaian kondisi pasien, menurut dia, ditentukan berdasarkan hasil observasi dokter yang menangani.


Ia menjelaskan perawatan terhadap para siswa dilakukan secara intensif karena situasi dinilai mendesak. Lonjakan pasien membuat jam kerja tenaga medis bertambah dan sejumlah tenaga medis dari ruang tertentu diarahkan membantu penanganan pasien lain.


Sebelumnya, ratusan siswa SMK HKBP Sidikalang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang diduga terkait konsumsi MBG. Makanan tersebut dikonsumsi pada Senin (9/2) siang.


Keluhan kesehatan muncul menjelang kegiatan belajar pada Selasa pagi. Para siswa mengalami mencret, muntah, mual, pusing, serta gangguan fisik lainnya.


Informasi yang diperoleh menyebutkan sebagian besar siswa berasal dari desa di luar Kecamatan Sidikalang. Para siswa tersebut diketahui tinggal di kos yang tersebar di sejumlah lokasi.


Seorang guru menyampaikan pihak sekolah menjemput siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatan tersebut. Para siswa kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.