google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 IHSG dan Rupiah Kompak Loyo Tapi Emas masih Perkasa, Waspada Spekulasi Suku Bunga Bank Sentral AS

Advertisement

IHSG dan Rupiah Kompak Loyo Tapi Emas masih Perkasa, Waspada Spekulasi Suku Bunga Bank Sentral AS

13 Februari 2026

 

Ilustrasi.


ANTARAsatu.com | MEDAN - IHSG dan Rupiah kompak melemah pada perdagangan Jumat (13/2). IHSG ditutup turun 0,31% ke level 8.265,352 sementara Rupiah melemah ke level 16.810 per dolar AS.


IHSG selama sesi perdagangan ditransaksikan dalam rentang 8.220 hingga 8.334. Sejumlah emiten yang memicu koreksi di antaranya PGAS, AALI, ITMG, BBRI, dan BBCA.


“Tekanan pada IHSG dan Rupiah didominasi oleh membaiknya data ekonomi Amerika Serikat yang memungkinkan kebijakan moneter ketat The Fed,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.


Membaiknya data ekonomi Amerika Serikat memungkinkan kebijakan moneter ketat Bank Sentral AS atau The Fed. Pada akhir pekan pelaku pasar kembali disajikan data penting inflasi.


Data tersebut berpeluang mereduksi spekulasi yang berkembang atau justru mengukuhkan bahwa pemangkasan bunga acuan bisa saja tidak jadi dilakukan. Data inflasi dan klaim pengangguran Amerika Serikat masih menyisakan arah pergerakan pada akhir pekan nanti.


Di sisi lain, harga emas dunia ditransaksikan stabil di kisaran US$5.060 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Emas relatif bertahan di level tersebut setelah sempat tertekan usai rilis data ekonomi Amerika Serikat.


Harga emas terlihat lebih stabil meskipun terjadi pergeseran arah kebijakan moneter. Secara fundamental harga emas masih berpeluang menguat dan saat ini ditransaksikan sekitar Rp2,75 juta per gram.