Aktivitas pasar Tanjung Morawa, Deliserdang, Sumut.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Pasokan kebutuhan pangan di Sumatra Utara jelang Ramadan hingga Idulfitri berada dalam posisi stok yang cukup. Namun demikian, level harga dinilai masih bisa berfluktuasi tajam hingga Lebaran.
"Permintaan yang kerap muncul selama Ramadan dan Idulfitri nanti perlu diwaspadai karena fluktuasi permintaan bisa seketika mendorong kenaikan harga meskipun tidak serentak," ungkap Gunawan Benjamin, Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara, di Medan, Sabtu (14/2).
Stok cabai merah, cabai rawit, hingga sayur-sayuran lainnya saat ini terpantau masih cukup tersedia di lapangan. Secara keseluruhan, pemantauan langsung menunjukkan posisi stok pangan di Sumut berada dalam kondisi yang memadai.
Pasokan bawang merah yang sebagian masih didatangkan dari wilayah lain juga akan tetap stabil dan cukup hingga lebaran nanti. Produksi beras, gula pasir dan minyak goreng di Sumut saat ini justru tengah meningkat seiring dengan mulai berlangsungnya musim panen.
Namun, permintaan yang naik turun berpeluang menciptakan fluktuasi pada harga pangan di pasar. Cabai merah menjadi salah satu komoditas yang perlu diwaspadai karena harganya berpeluang sangat volatil selama 40 hari ke depan.
Selain itu, daging sapi, daging ayam, hingga telur juga berpeluang mengalami lompatan permintaan yang memicu kenaikan harga. Berdasarkan pantauan lapangan, kenaikan harga sudah terjadi pada komoditas daging sapi, daging ayam dan tomat.
Harga tomat yang saat ini ditransaksikan sekitar Rp15.000 per kilogram bahkan sudah mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Dari semula yang hanya berada di kisaran harga Rp9.000 per kilogram pada awal Februari.
Menurut Gunawan, faktor utama pemicu kenaikan akibat suplai yang terganggu. Terutama setelah tomat sempat terpuruk hingga di harga Rp5.000 per kilogram pada pekan ketiga Desember 2025.
Petani tomat mengalami kerugian sehingga mereka beralih ke tanaman lain. Tomat juga mengalami tekanan akibat kenaikan harga di wilayah Sumatra Barat.
Untuk daging sapi, terjadi kenaikan harga sekitar Rp5.000 perkilogram mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis). Kenaikan harga daging sapi lebih dikarenakan peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
Meski kenaikan harga diperkirakan hanya bersifat sementara dan hanya terjadi di level pedagang pengecer. Sementara di level produsen, dari hasil pemantauan sejauh ini tidak mengalami perubahan harga.
Sementara daging ayam mengalami kenaikan harga Rp1.000 - Rp2.500 per kilogram. Saat ini daging ayam ditransaksikan dalam rentang Rp41.000 - Rp44.500 per kilogram di kota medan.
Namun kenaikan harga daging sapi dan daging ayam diproyeksikan hanya akan berlangsung sesaat. Dari hasil pemantauan dilapangan, pasokan daging sapi dan daging ayam terpantau stabil dan mencukupi hingga lebaran.
Pasokannya juga masih konsisten dibandingkan hari normal. Jika melihat realisasi harga yang menyentuh 45%, maka permintaan diproyeksikan akan mengalami kenaikan di atas 15% menjelang Ramadan.
Selama Ramadan, rata-rata pasokan yang akan naik sekitar 10% dalam sepekan, dibandingkan dengan hari normal. Ini menunjukan bahwa harga daging ayam yang terbentuk mencerminkan tingginya permintaan.
Sementara untuk daging sapi, potensi kenaikannya bisa mencapai 35% dibandingkan dengan hari normal. Hal ini terjadi karena pada beberapa budaya masyarakat tertentu, daging sapi seakan dijadikan menu wajib menjelang memasuki Ramadan.
Ditambah lagi dengan bencana banjir yang turut memicu banyak ternak sapi milik petani yang mati. Sehingga terjadi pergeseran permintaan daging sapi dari peternak modern.
Kendati demikian tetap ada peluang penurunan tren harga pada beberapa komoditas selama Ramadan dan Lebaran mendatang. Potensi penurunan harga didorong oleh meningkatnya produksi seiring dengan musim panen yang sedang berlangsung.
Penurunan harga CPO juga berpotensi mengoreksi harga minyak goreng curah di pasaran. Adapun harga minyak goreng curah saat ini berkisar Rp18.000 - Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu, harga gula pasir saat ini ditransaksikan di kisaran Rp17.500 - Rp18.500 dan beras dalam rentang Rp13.800 - Rp14.300 per kilogram.
