ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga daging ayam di Medan berpotensi melonjak hingga melebihi Rp50.000 per kilogram menjelang Ramadan. Kenaikan harga itu diyakini dipengaruhi peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan menu MBG.
Meski masih dalam pergerakan yang beragam, saat ini harga ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan sudah mendekati Rp50.000 per kilogram. Pada awal pekan ketiga Februari 2026, harga bergerak pada kisaran Rp39.000 -- Rp42.000 per kilogram.
"Lompatan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan persediaan menjadi faktor utama pergerakan harga daging ayam saat ini," ungkap Gunawan Benjamin, Ekonom Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Senin (16/2).
Harga daging ayam memiliki banyak varian di pasar karena menjadi menu favorit menjelang Ramadan dan program makan bergizi gratis (MBG). Karena itu permintaan daging ayam berpotensi melampaui pasokan yang mampu dihasilkan produsen.
Harga daging ayam saat ini mengalami volatilitas karena dipengaruhi lonjakan permintaan menjelang Ramadan. Sementara peningkatan pasokan menjelang Ramadan saat ini masih di bawah 12% dibandingkan pekan sebelumnya.
Namun menurutnya harga daging ayam dapat bertahan dan kembali ke harga normal jika pemerintah masih menjadikan ayam sebagai menu MBG selama Ramadan. Sebab pergerakan harga akan tetap bergantung pada keseimbangan permintaan dan pasokan di pasar.
Sementara itu harga daging sapi masih diperdagangkan stabil pada kisaran Rp135.000 -- Rp150.000 per kilogram. Permintaan daging sapi dari peternak meningkat tajam dan pemotongan dalam jumlah besar mulai terjadi sejak Jumat hingga diproyeksikan berlangsung sampai Selasa.
Permintaan daging sapi ke wilayah Aceh menurut dia meningkat setelah bencana besar yang melanda Sumut dan Aceh pada akhir November. Tarikan permintaan daging sapi diproyeksikan mencapai lebih dari 35% di wilayah Sumut selama satu pekan jelang Ramadan dibandingkan pekan normal.
Adapun harga berbagai kebutuhan pokok saat ini terpantau relatif stabil dan sebagian masih bertahan mahal. Harga cabai merah berada pada kisaran Rp32.000 -- Rp37.000 per kilogram dan cabai rawit sekitar Rp32.000 per kilogram.
Harga cabai hijau turun menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram dari sebelumnya Rp25.000 per kilogram. Sementara cabai caplak berada di kisaran Rp57.000 -- Rp60.000 per kilogram.
Harga bawang merah, bawang putih, minyak goreng curah, gula pasir dan telur ayam juga terpantau stabil. Kenaikan sejumlah komoditas tersebut masih mencerminkan kondisi fundamental di tingkat produsen.
"Dari hasil penelusuran kita, belum ada dugaan penyimpangan harga akibat permainan spekulan. Harga di tingkat produsen dan distribusi hingga ke konsumen masih menunjukkan pola distribusi normal," pungkasnya.
