ANTARAsatu.com | MEDAN - Pemprov Sumut mengklaim seluruh SMA, SMK, dan SLB di wilayahnya kini telah 100% teraliri listrik dan internet. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan digital dan memeratakan kualitas pendidikan di daerah terpencil.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga menyatakan, pemenuhan infrastruktur digital ini rampung melalui kolaborasi berbagai teknologi.
"Seluruh sekolah di bawah kewenangan Disdik Sumut kini sudah 100% memiliki akses listrik dan internet," ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Untuk mencapai target tersebut, Disdik Sumut menerapkan strategi berbasis wilayah. Di daerah yang belum terjangkau kabel PLN, disdik memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sementara untuk akses internet di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) yang sulit dijangkau kabel optik, disdik menggunakan jaringan satelit Starlink. Data Disdik menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 163 sekolah yang dipasang jaringan internet baru.
Dari sisi kelistrikan, sebanyak tujuh sekolah kini menggunakan PLTS, 25 sekolah menjalani perbaikan instalasi dan 21 sekolah mendapatkan penambahan daya.
Selain infrastruktur, Pemprov Sumut juga menyiapkan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) yang direncanakan meluncur pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini menyasar wilayah rentan, yakni lima kabupaten di Kepulauan Nias dan lima wilayah terdampak bencana, termasuk Tapanuli Utara dan Langkat.
Anggaran sebesar Rp43 miliar telah disiapkan untuk mendukung sekolah gratis tersebut. Dengan rincian, sebanyak Rp21 miliar untuk 41 ribu siswa di Nias dan Rp22 miliar bagi 51 ribu siswa di daerah bencana.
"Skemanya akan diatur melalui Pergub dan dana akan ditransfer langsung ke rekening sekolah sebagai bentuk intervensi pemulihan daerah," kata Alex.
