ANTARAsatu.com | PONTIANAK - Maskapai berbiaya hemat AirAsia Malaysia memperluas jaringannya di Indonesia dengan meluncurkan dua rute penerbangan internasional langsung menuju Pontianak dari Kuala Lumpur dan Kuching. Ekspansi ini tercatat menjadikan AirAsia sebagai satu-satunya maskapai internasional yang melayani penerbangan ke ibu kota Kalimantan Barat tersebut.
Dengan penambahan rute ini, AirAsia Malaysia kini menghubungkan 17 destinasi di Indonesia melalui 223 penerbangan mingguan antara Malaysia dan Indonesia. Langkah ini disebut memperkuat posisi AirAsia sebagai maskapai dengan jaringan terluas antara kedua negara.
"Sebagai maskapai berbiaya hemat dengan jaringan internasional terluas yang beroperasi di Indonesia, kami bangga dapat terus memperluas jaringan penerbangan kami melalui rute langsung ke Pontianak ini," ungkap CEO AirAsia Malaysia Dato’ Captain Fareh Mazputra dalam keterangan tertulis, yang diterima belum lama ini.
Menurut Fareh, tingginya permintaan perjalanan antara Malaysia dan Kalimantan Barat menjadi latar belakang pembukaan rute ini. AirAsia menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas melalui dua pusat operasi utama di Kuala Lumpur dan Kuching, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi serta akses layanan medis lintas negara.
Pengumuman pembukaan rute dilakukan dalam Sarawak Travel Fair di Pontianak yang dibuka resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Dia menyambut baik kehadiran rute baru yang diyakini mampu mendorong sektor perdagangan, pariwisata dan investasi di Kalimantan Barat.
"Pembukaan rute ini tidak hanya memudahkan akses wisatawan, tetapi juga meningkatkan arus perdagangan dan pelayanan kesehatan," ujar Ria Norsan.
Hal senada disampaikan Konsul Malaysia di Pontianak Azizul Zekri bin Abd Rahim. Menurutnya, rute baru ini menjadi momentum penting menjelang Tahun Melawat Malaysia 2026 dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara.
CEO Sarawak Tourism Board Sharzede Datu Hj Salleh Askor mengatakan konektivitas langsung bagi masyarakat Indonesia adalah aspek yang sangat penting. Khususnya yang membutuhkan layanan kesehatan di Sarawak.
"Rute Kuching–Pontianak akan memangkas waktu dan biaya, sekaligus membuka peluang bisnis baru," katanya.
