google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Raja Patin Tembus Ritel Modern, Bukti Pembinaan UMKM Pertamina Berbuah Hasil

Advertisement

Raja Patin Tembus Ritel Modern, Bukti Pembinaan UMKM Pertamina Berbuah Hasil

01 Oktober 2026

Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026.

ANTARASATU.COM | Pekanbaru - Perjalanan usaha Raja Patin, produk olahan ikan patin asal Pekanbaru, memasuki babak baru. Setelah mendapat pendampingan dan pembinaan dari PT Pertamina (Persero), usaha milik Tri Handayani itu kini berhasil membuka akses pasar ke jaringan ritel modern.

Kesempatan datang melalui gelaran Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 yang berlangsung di Living World Pekanbaru pada 25-27 September 2026. Dalam ajang ini Raja Patin tidak hanya memasarkan produknya kepada konsumen secara langsung, tetapi juga mendapat kesempatan bertemu dengan calon pembeli dari jaringan ritel nasional.

Hasilnya, Raja Patin memperoleh kesepakatan bisnis dengan Indomaret dan Alfamart dengan estimasi nilai pembelian mencapai sekitar Rp200 juta. Bagi Tri, pencapaian itu menjadi salah satu bukti bahwa pendampingan UMKM tidak berhenti pada pemberian bantuan modal.

Akses pasar dan pertemuan dengan calon pembeli justru menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya untuk naik kelas.

"Pertamina bukan hanya memberikan bantuan, tetapi benar-benar mendampingi kami dari proses pengembangan usaha sampai membuka akses pasar yang lebih luas," ujar Tri Handayani, pemilik usaha Raja Patin.

Menurut dia, berbagai bentuk pendampingan yang diberikan Pertamina, mulai dari pelatihan hingga akses permodalan dan pertemuan dengan buyer, turut membantu Raja Patin mengembangkan usahanya.

"Saya merasa Raja Patin bisa berkembang seperti sekarang karena selama ini Pertamina terus mendampingi, memberikan pelatihan, membantu permodalan, dan mempertemukan kami dengan buyer perusahaan. Bagi kami, Pertamina bukan hanya mitra, tetapi bagian dari perjalanan tumbuhnya usaha Raja Patin," tutur dia.

Kisah Raja Patin menjadi salah satu cerita yang muncul dari pelaksanaan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026. Selama tiga hari penyelenggaraan, ajang ini memertemukan 33 UMKM mitra binaan Pertamina dari sejumlah wilayah di Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Tak hanya UMKM asal Riau, peserta juga datang dari sejumlah provinsi di sekitar Sumatra Bagian Utara, termasuk Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Dari gelaran ini, tercatat transaksi penjualan ritel sekitar Rp170 juta.

Selain itu, terdapat peluang kesepakatan bisnis atau business matching dengan nilai lebih dari Rp300 juta. Temu bisnis menjadi salah satu rangkaian utama dalam Pertamina SMEXPO Regional.

Melalui kegiatan itu pelaku UMKM tidak hanya memperoleh kesempatan memperkenalkan produk kepada masyarakat. Namun juga dapat bertemu langsung dengan calon pembeli dari sektor korporasi maupun jaringan perdagangan.

Bagi pelaku UMKM, akses semacam ini menjadi penting karena perluasan pasar merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan skala bisnis.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, keberadaan UMKM memiliki peran terhadap pertumbuhan ekonomi kotanya. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah.

"Kehadiran kami di Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026 ini juga sebagai bentuk dukungan kami kepada para pelaku UMKM yang hadir. Kami berterima kasih kepada Pertamina Group yang telah menjadi bapak angkat UMKM kami," kata Agung saat penutupan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026, Minggu (27/9).

Menurut Agung, dampak kegiatan ini juga dirasakan di luar lokasi pameran. Ia menyebut masyarakat di sejumlah kelurahan turut mengetahui adanya kegiatan Pertamina yang mempertemukan dan memasarkan produk UMKM.

"Ketika kami turun ke kelurahan pun, masyarakat bercerita bahwa Pertamina melaksanakan expo untuk UMKM," ungkapnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, pembinaan UMKM merupakan bagian dari komitmen Pertamina yang telah berjalan sejak lama.

Pertamina, kata Fahrougi, telah memiliki Program Kemitraan untuk mendukung perkembangan UMKM sejak 1993. Bentuk pembinaan yang diberi antara lain permodalan, sertifikasi, workshop, hingga berbagai program peningkatan kapasitas usaha.

"Sejak tahun itu pula Pertamina telah melaksanakan daya dan upaya untuk mendorong UMKM naik kelas, mulai dari permodalan, sertifikasi, workshop, dan masih banyak pembinaan lainnya telah diberikan Pertamina," terang Fahrougi.

Di Regional Sumbagut, Pertamina telah membina lebih dari 10.000 UMKM. Khusus wilayah Riau, jumlah UMKM yang mendapatkan pembinaan telah mencapai lebih dari 1.500 UMKM.

Menurut Fahrougi, Pertamina SMEXPO juga menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Melalui kegiatan ini Pertamina berupaya membantu pelaku UMKM memerkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.

Dengan demikian, expo tidak hanya menjadi ruang promosi dan penjualan selama acara berlangsung. Pertemuan antara UMKM dan calon buyer juga diharapkan membuka peluang bisnis yang dapat berlanjut setelah kegiatan selesai.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah dan stakeholder yang telah terlibat dalam penyelenggaraan Pertamina SMEXPO Pekanbaru 2026. Semoga UMKM semakin berkembang dengan jaringan penjualan yang semakin luas sebagai andil menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia," pungkas Fahrougi.