google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Seorang Siswi di Karo Sumut Hilang Ingatan setelah Keracunan MBG

Advertisement

Seorang Siswi di Karo Sumut Hilang Ingatan setelah Keracunan MBG

09 September 2026

Febiola terbaring di rumah sakit.

ANTARASATU.COM.COM | Karo - Kondisi Febiola Purba, 16, siswi SMK di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tidak kunjung membaik setelah hampir sebulan menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban kini dilaporkan mengalami kejang, kesulitan berbicara, hingga gangguan ingatan.

Ibunda korban, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkapkan anaknya tidak mengenali anggota keluarga dan kesulitan mengingat nama teman-teman sekolahnya. Selain itu, kondisi fisik korban memburuk dengan gejala kejang serta lidah yang tertarik ke dalam sehingga sulit berkomunikasi.

"Bisa sampai keringatan dia ingat nama kawan-kawannya. Siapa-siapa saja enggak ingat aku', katanya, akibat keracunan itu," ujar Elvinus, Rabu (9/9).

Febiola merupakan satu dari 353 murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo yang mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan MBG pada Kamis (13/8). Sejak insiden tersebut, korban telah menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Mulai dari Puskesmas Berastagi, RSUD Karo Kabanjahe, RS Efarina Berastagi, RSU Haji Medan, hingga RSUP Adam Malik Medan. Namun, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan kepastian diagnosis medis mengenai penyebab pasti memburuknya kondisi kesehatan Febiola.

Ayah korban, Icu Mangihut Purba, menyatakan kekecewaannya karena tim medis belum mendapat kesimpulan meski korban telah ditangani oleh berbagai dokter spesialis. Termasuk spesialis gastro anak, neurologi anak, hingga psikiatri.

"Begitu banyak dokter yang menangani anak saya, tapi belum ada yang menyampaikan kesimpulan bahwa anak saya itu kena apa," tuturnya.

Atas kejadian ini, Icu meminta agar program MBG ditutup karena dinilai dijalankan secara tidak bertanggung jawab.

Terpisah, Humas RSUP Haji Adam Malik Medan Rosario Dorothy Simanjuntak mengungkapkan, pemeriksaan medis terhadap Febiola masih terus berjalan. Termasuk pemeriksaan electroencephalography (EEG) untuk fokus neurologi dan psikiatri.

"Dari EEG ini nanti akan ada pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lagi untuk menegakkan diagnosa sebenarnya dia sakit apa," ujar Rosario.

Adapun makanan yang diduga meracuni para pelajar di Karo itu dibuat dan disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Berastagi Sempajaya. SPPG itu dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya milik Kodim 0205/Tanah Karo.

Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Infanteri Sandy mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup sementara operasional SPPG Karo Berastagi Sempajaya dan mencopot Kepala SPPG tersebut. Dia mengaku Kodam I/Bukit Barisan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.