google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Kantor bak Markas Preman, Rico Waas Semprot Pegawai Kelurahan Dwikora

Advertisement

Kantor bak Markas Preman, Rico Waas Semprot Pegawai Kelurahan Dwikora

30 September 2026

Wali Kota Medan Rico Waas (paling kanan) saat sidak ke kantor Kelurahan Dwikora.

ANTARASATU.COM | Medan - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dibuat geram saat melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Lurah Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (29/9).

Alih-alih menemukan kantor pelayanan publik yang rapi dan nyaman, Rico justru mendapati sejumlah ruangan dalam kondisi kotor dan tidak tertata.

Kunjungan itu dilakukan Rico di sela-sela peninjauannya ke Puskesmas Helvetia. Setibanya di Kantor Lurah Dwikora yang berada di Jalan Setia Luhur, ia langsung berkeliling memeriksa sejumlah ruangan.

Rico tidak hanya melihat area pelayanan. Ia menyusuri satu per satu ruangan, mulai dari lemari, aula, hingga ruangan yang selama ini tidak digunakan.

Di sejumlah sudut, debu dan sarang laba-laba terlihat menumpuk. Berkas juga ditemukan berserakan. Bahkan, ada lampu yang mati dan asbak rokok di salah satu ruangan.

Kondisi itu langsung mendapat teguran dari Rico kepada lurah beserta jajaran pegawai. Ia mempertanyakan mengapa persoalan sederhana seperti lampu mati tidak segera dilaporkan dan diperbaiki.

Menurut Rico, hal-hal kecil semacam itu tidak seharusnya dibiarkan karena dapat mengganggu kenyamanan aparatur dalam bekerja sekaligus berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat.

“Kerja yang benar,” tegas Rico.

Teguran kembali terdengar ketika Rico menemukan asbak rokok di salah satu ruangan. Ia mempertanyakan mengapa masih ada aktivitas merokok di dalam kantor pemerintahan.

Rico mengingatkan jajaran kelurahan bahwa kantor pemerintahan merupakan kawasan tanpa rokok.

“Ini kantor kawasan tanpa rokok, nggak? Kalian menunjukkan yang salah, tahu nggak? Paham?” tanyanya.

“Paham, Pak,” jawab para pegawai.

Rico kemudian melanjutkan pemeriksaan ke ruangan lain. Di sana, ia kembali menemukan kondisi yang tidak jauh berbeda. Ruangan terlihat kotor dan dipenuhi sarang laba-laba.

Padahal, ruangan tersebut sebenarnya masih dapat dimanfaatkan. Kondisi itu membuat Rico mempertanyakan keluhan jajaran kelurahan yang selama ini menyebut adanya keterbatasan ruang.

“Kalian bilang kekurangan ruangan. Ruangan ini ada, tapi nggak dirapikan! Ditata dengan baik kalau mau dijadikan gudang. Ini dibiarkan seadanya,” ujarnya.

Tak ingin persoalan berhenti di Kantor Lurah Dwikora, Rico meminta camat dan pengawas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kantor kelurahan di wilayahnya.

Ia meminta seluruh ruangan diperiksa, dibersihkan, ditata, serta didokumentasikan. Rico meminta seluruh foto ruangan yang ada di kelurahan, semuanya dia minta diperiksa dan dibersihkan.

"Nggak ada ruangan yang tersisa. Semuanya harus diperiksa, didokumentasikan,” tegasnya.

Rico pun memberi waktu satu minggu kepada lurah dan jajarannya untuk membenahi seluruh ruangan. Arsip yang sudah tidak diperlukan diminta disingkirkan.

Sementara ruangan yang masih bisa digunakan harus ditata dan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat. Bagi Rico, kantor kelurahan semestinya diperlakukan seperti rumah sendiri.

Ia menegaskan, menjaga kebersihan dan kerapian kantor bukan semata-mata persoalan tampilan. Menurut Rico, kondisi kantor juga mencerminkan tanggung jawab aparatur dalam merawat aset pemerintah.

Terlebih, berbagai fasilitas pemerintahan dibangun dan dirawat menggunakan uang masyarakat.

“Harus ada rasa dicintai dari ruangan kita sendiri, karena ini aset dari pemerintah. Semuanya itu pakai uang masyarakat dan bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya.

Rico juga menegaskan, tanggung jawab aparatur tidak cukup hanya terlihat dari atribut maupun jabatan yang dikenakan. Baginya, integritas justru perlu tercermin dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga lingkungan kerja dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebagaimana mestinya.

“Masyarakat butuh yang mau kerja, yang punya integritas, yang mau melayani, mau merawat. Jadi jangan asal-asalan,” ketus Rico.