ANTARASATU.COM | Tapanuli Tengah - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu (26/9) membuat sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga.
Di Kecamatan Tukka, ketinggian air bahkan mencapai dada orang dewasa. Genangan tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk akses kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas.
Kepala Bidang Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan, Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak banjir paling luas dibandingkan daerah lainnya yang terdampak bencana pada hari yang sama.
"Untuk Kecamatan Tukka, di Kelurahan Bona Lumban, Tukka dan Hutanabolon. Sungai meluap akibat hujan yang cukup deras. Tinggi air mencapai dada orang dewasa hingga menghambat kendaraan roda dua dan empat yang melintas," ungkapnya, Minggu (27/9).
Banjir di Tapanuli Tengah tercatat melanda tujuh kecamatan dan 10 kelurahan. Selain Kecamatan Tukka, genangan juga terjadi di Kecamatan Kolang, Pandan, Tapian Nauli, Sarudik, Badiri dan Pinangsori.
Di Kecamatan Kolang, banjir melanda Kelurahan Kolang Nauli. Kemudian di Kecamatan Pandan, banjir terjadi di Kelurahan Pasar Baru.
Banjir juga merendam Desa Mela I di Kecamatan Tapian Nauli. Sementara di Kecamatan Sarudik, wilayah terdampak berada di Kelurahan Pasir Bidang dan Pondok Batu.
Selanjutnya, banjir terjadi di Kecamatan Badiri dan Kelurahan Lopian serta Kecamatan Pinangsori di Desa Parjalihotan. Di tengah genangan tersebut, lima kepala keluarga (KK) atau 14 jiwa mengungsi ke SMP Negeri 3 Tukka.
Meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, kondisi air di sejumlah lokasi mulai berangsur surut. BPBD juga belum menerima laporan korban jiwa akibat banjir di wilayah Tapanuli Tengah hingga Minggu (27/9).
Banjir di Tapanuli Tengah merupakan bagian dari rangkaian bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumut setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur pada Sabtu (26/9). BPBD Sumut mencatat ada lima kabupaten yang terdampak, yakni Deliserdang, Simalungun, Tapanuli Utara, Samosir dan Tapanuli Tengah.
Di Deliserdang, banjir terjadi di Kecamatan Labuhan Deli, tepatnya di Dusun V, VI, dan VI A. Sebanyak 20 rumah terendam dan 80 jiwa terdampak.
Kondisi air di wilayah tersebut mulai surut. Warga juga mulai membersihkan rumah masing-masing dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun. Satu rumah mengalami rusak berat, sementara empat rumah lainnya terendam banjir dan lumpur.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Utara mengalami cuaca ekstrem berupa puting beliung di Kecamatan Sipahutar, Desa Siabal-abal V. Sebanyak sembilan rumah mengalami rusak berat, namun tidak ada korban jiwa.
Di Kabupaten Samosir, banjir bandang menerjang Kecamatan Simanindo, Desa Garoga, Dusun I Sitolu. Satu rumah terdampak dan empat KK sempat mengungsi. Namun, ketika air mulai surut, warga kembali ke rumah masing-masing.
Sri mengatakan, penanganan dampak bencana di lima kabupaten tersebut masih dilakukan pemerintah setempat. Hingga Minggu, tidak ada laporan korban jiwa dari rangkaian kejadian banjir dan cuaca ekstrem tersebut.
