google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Antisipasi Awan Panas Sinabung, Desa Kuta Tengah Dikosongkan

Advertisement

Antisipasi Awan Panas Sinabung, Desa Kuta Tengah Dikosongkan

02 September 2026


ANTARASATU.COM.COM | Karo - Pemerintah Kabupaten Karo mengosongkan Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, untuk mengantisipasi potensi ancaman awan panas Gunung Sinabung. Sekitar 490 kepala keluarga dari desa itu dievakuasi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, pada Selasa (1/9).

Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Gelora Kurnia Putra Ginting mengatakan, untuk sementara hanya warga Kuta Tengah yang dievakuasi. Mereka ditempatkan di Losd (aula pertemuan) Desa Sukatepu dan fasilitas Koperasi Merah Putih.

"Untuk Kuta Tengah (dievakuasi), satu desa saja," kata Gelora, Selasa (1/9).

Pengosongan Kuta Tengah dilakukan di tengah peningkatan aktivitas Gunung Sinabung yang masih berstatus Level III atau Siaga. Penanggung Jawab Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan, Kuta Tengah direkomendasikan untuk dikosongkan karena berada di jalur potensi awan panas.

"Direkomendasikan (dievakuasi) karena potensi awan panas, jalurnya ke arah situ," ungkapnya.

Menurut Armen, aktivitas Gunung Sinabung yang mengalami erupsi pada Senin (31/8), hingga Selasa masih cukup tinggi. Abu vulkanik masih teramati keluar, sementara rekaman kegempaan, termasuk tremor dan gempa vulkanik, masih berlangsung.

Menurut dia, pengamatan visual terhadap puncak Sinabung belum optimal. Namun, relawan sebelumnya melaporkan adanya titik api di sekitar puncak.

Kondisi itu mengindikasikan magma telah bergerak menuju puncak dan berpotensi menyebabkan pertumbuhan kubah lava. Jika kubah lava kembali tumbuh, terdapat potensi terjadinya awan panas, baik akibat guguran maupun letusan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karo Juspri M Nadaek mengatakan, rencana awal mitigasi mencakup dua desa, yakni Kuta Tengah dan Desa Payung, Kecamatan Payung. Namun, berdasarkan perkembangan mitigasi, Kuta Tengah menjadi prioritas untuk dikosongkan.

Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, aktivitas erupsi Gunung Sinabung masih terpantau. Pemerintah daerah masih menerima laporan mengenai aktivitas berupa abu dan pasir.

Tuahta mengatakan hasil mitigasi ulang menunjukkan untuk saat ini hanya Kuta Tengah yang perlu dikosongkan.

Warga yang telah dievakuasi ditampung di Jambur Desa Sukatepu. Pemerintah menyiapkan sejumlah kebutuhan dasar, seperti pos kesehatan, air bersih, toilet, dapur umum serta kebutuhan pengungsi lainnya.