Dirres Narkoba Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi menunjukkan mobil towing yang digunakan para pelaku.
ANTARASATU.COM | Medan - Polda Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan 15 kilogram sabu dari Aceh ke Jakarta yang disebut menggunakan modus baru. Dalam pengungkapan ini para pelaku mencoba mengelabui petugas dengan memanfaatkan kendaraan derek atau towing yang mengangkut sepeda motor Harley Davidson.
Dua orang tersangka ditangkap di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, pada Kamis (21/8), sekitar pukul 10.00 WIB. Keduanya adalah Hasto Wahyu Wibowo, 45, warga Purworejo, Jawa Tengah, serta Putra Kesuma, 35, warga Palembang, Sumatera Selatan.
"Modusnya, barang bukti sabu seberat 15 kilogram diselundupkan kedua pelaku yang berperan sebagai sopir dan kernet di dalam mobil towing yang membawa sepeda motor Harley Davidson," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi, Kamis (27/8).
Dia mengatakan, penangkapan berawal dari informasi intelijen mengenai pergerakan mobil towing bernomor polisi BG 8589 LN dari Aceh. Mobil towing itu diduga membawa narkotika jenis sabu.
Saat digeledah, petugas menemukan 15 bungkus sabu kemasan teh Cina warna ungu berlogo 888 yang tersembunyi di beberapa bagian mobil. Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua pelaku mengaku menerima sabu tersebut dari seorang pria tidak dikenal di daerah Peureulak Rayeuk, Aceh Timur.
Pengiriman itu diorganisir oleh seseorang berinisial BS alias Unyil alias Ahed untuk diantarkan ke kawasan Jakarta, Tangerang, dan Banten dengan imbalan upah Rp100 juta.
Hasil investigasi kepolisian mengungkap, tersangka Hasto bukan pertama kali menjalankan aksinya.
Sepanjang 2025 hingga 2026, Hasto tercatat sudah tiga kali lolos menyelundupkan puluhan kilogram sabu ke Jakarta. Dia menggunakan modus operandi serupa atas perintah pengedali berinisial JP.
Andy memastikan, kedua tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolda Sumut. Pihaknya juga masih melakukan pengembangan untuk mengejar jaringan pengedar lain yang terlibat.
