Winda Lorenza Gowasa semasa hidup.
ANTARASATU.COM | Medan - Unggahan kerabat korban di media sosial menepis narasi kepolisian terkait motif kedatangan Winda Lorenza Gowasa, 35, alias Loren, ke rumah mantan suaminya, Brigadir I, di Perumahan Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan. Korban datang ke rumah itu sebelum ditemukan tewas tertembak senjata api dinas Minggu (2/8) sekitar pukul 16.30 WIB.
Melalui akun media sosial @viollattebykaani, Senin (3/8) pukul 23.42 WIB, kerabat korban mengekspresikan ketidakpercayaannya terhadap klaim bahwa korban mendatangi rumah anggota Polsek Medan Sunggal tersebut untuk meminta rujuk.
Kerabat membeberkan bahwa dalam komunikasi terakhir mereka, justru Brigadir I yang terus berupaya mengajak korban kembali membina rumah tangga. Hal itu ditanggapi kerabat agar korban tidak kembali karena kejahatan sang mantan suami.
Kerabat juga menyebut korban sebenarnya sudah bahagia dan mereka memiliki rencana untuk tinggal di Bali setelah sang kerabat wisuda bulan depan. Kerabat mengaku masih tidak percaya dan menyebut sempat mengirim pesan obrolan kemarin siang yang hanya dibaca tanpa dibalas oleh korban.
"Apa kalimat yg harus ku tulis dek untuk bilang kakak gak percaya pada narasi mereka ??? Telponan kita terakhir, dia yg ajak kamu untuk rujuk, mencoba benahi lagi. Lalu apa jawab ku dek: 'Jangan kak satu, cukup sudah kejahatan nya samamu'. Kamu udah bahagia loh. Mana rencana kita akan stay di Bali kalau kakak udah wisuda bulan depan," tulis akun tersebut, dilihat pada Kamis (6/8).
Penegasan kerabat itu bertolak belakang dengan keterangan awal Polda Sumut. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan sebelumnya menyebutkan bahwa korban mendatangi rumah mantan suaminya dengan maksud membicarakan kemungkinan rujuk kembali.
Ferry mengklaim, saat berada di rumah tersebut, korban diduga diam-diam mengambil senjata api dinas milik Brigadir I yang disimpan di dalam tas di atas meja. Lalu membawa senpi itu masuk ke kamar mandi.
Tak lama berselang terdengar satu kali suara letusan senjata api dari dalam kamar mandi. Brigadir I yang saat itu berada di ruang tamu langsung memeriksa lokasi dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Informasi ini masih bersifat sementara dan kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," ujar Ferry.
Dia juga mengatakan, motif utama di balik kejadian ini masih dalam pendalaman. Namun dalam penyelidikan awal tidak ditemukan adanya perselisihan atau percekcokan antara korban dan Brigadir I sebelum insiden terjadi.
