google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Hadapi Penyebaran Anjing Gila, Sumut akan Vaksinasi 15.000 Hewan

Advertisement

Hadapi Penyebaran Anjing Gila, Sumut akan Vaksinasi 15.000 Hewan

20 September 2026

 


ANTARASATU.COM | Medan - Pemprov Sumut menyiapkan vaksinasi rabies untuk 15.000 hewan pembawa rabies (HPR) di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas perlindungan masyarakat dari penyakit zoonosis yang dapat berakibat fatal tersebut.

Vaksinasi massal akan digelar dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day (WRD) 2026 pada 26-27 September 2026 di Lapangan Astaka, Medan Sport Center.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut Fariz Haholongan Hutagalung mengatakan vaksinasi menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. HPR yang menjadi sasaran antara lain anjing, kucing, dan kera.

"Ditargetkan sebanyak 15.000 ekor Hewan Pembawa Rabies (HPR), seperti anjing, kucing dan kera yang akan dilaksanakan di seluruh kabupaten kota di Sumatera Utara," kata Fariz, Sabtu (19/9).

Menurut Fariz, vaksinasi tersebut tidak sekadar mengejar peningkatan cakupan imunisasi hewan. Pemerintah juga ingin memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan hewan sebagai bagian dari perlindungan kesehatan manusia.

Pasalnya, rabies, yang dikenal sebagai penyakit anjing gila, merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan umumnya menjadi perhatian setelah terjadi gigitan dari hewan penular rabies.

"Tingginya kasus gigitan hewan penular rabies di Sumatra Utara menjadi perhatian serius pemerintah provinsi," ujarnya.

Karena itu, pengendalian rabies tidak cukup hanya dengan vaksinasi. Pengawasan populasi HPR, edukasi kepada masyarakat, serta penanganan cepat terhadap korban gigitan juga dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Selain menargetkan 15.000 vaksinasi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mencatatkan rekor MURI sebagai vaksinasi rabies terbanyak di tingkat provinsi.

Ketua Panitia Bulan Bakti Peternakan dan WRD 2026 yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut, Chalikul Bahri, mengatakan kegiatan tersebut terbuka untuk masyarakat secara gratis.

Masyarakat tidak hanya bisa membawa hewan untuk mendapatkan vaksinasi rabies. Sejumlah layanan kesehatan hewan juga disiapkan, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan hewan hingga kastrasi kucing.

"Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum. Bukan hanya vaksinasi rabies, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan," kata Chalikul.

Selain layanan kesehatan hewan, panitia menyiapkan edukasi mengenai kesehatan hewan dan zoonosis. Kegiatan juga akan diisi kontes ternak dan hewan kesayangan, lomba mewarnai, bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah, serta promosi produk dan potensi peternakan Sumut.

Rangkaian acara kemudian akan ditutup pada Minggu dengan funwalk, makan telur bersama, serta pembagian 60.000 butir telur secara gratis kepada masyarakat.

Chalikul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kesehatan hewan dan mencegah penularan rabies.

"Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pengendalian rabies merupakan tanggung jawab kita semua. Kita ingin memperkuat perlindungan masyarakat serta mewujudkan Sumut Bebas Rabies," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, PDHI, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, peternak, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pengendalian rabies sekaligus mendukung pengembangan sektor peternakan di Sumut.