google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Ratusan Pelajar Karo Muntah dan Kejang setelah Makan MBG

Advertisement

Ratusan Pelajar Karo Muntah dan Kejang setelah Makan MBG

13 Agustus 2026

Salah satu pelajar yang mengalami muntah-muntah.

ANTARASATU.COM | Medan - Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, harus dilarikan ke beberapa rumah sakit akibat diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8).

Hingga malam, data sementara Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV mencatat sedikitnya 268 siswa terdampak dan menjalani perawatan medis. Sebagian besar korban merupakan siswa SMA Negeri 1 Berastagi sebanyak 204 orang.

Disusul SMA Swasta Bersama (25 orang) dan SMK Swasta Bersama (40 orang). Sejumlah siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus menyebut angka tersebut masih berpotensi bertambah mengingat proses pendataan dan evakuasi di lapangan masih berjalan.

"Total sementara berjumlah 268 orang dan data ini kemungkinan terus bertambah. Petugas masih menyisir fasilitas kesehatan untuk memastikan seluruh siswa tertangani," katanya, Kamis (13/8) malam.

Insiden ini mulai terdeteksi sekitar pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Tidak lama setelah para siswa menyantap paket MBG yang dibagikan di sekolah.

Gejala yang dialami para pelajar bervariasi. Mulai dari mual, pusing, muntah, gatal-gatal di area mulut dan kulit, hingga kondisi lebih berat seperti sesak napas dan kejang.

Gelombang evakuasi memicu kepanikan di area sekolah. Armada ambulans dari berbagai puskesmas dan dinas kesehatan, dibantu kendaraan pribadi milik warga serta pihak sekolah, silih berganti mengangkut korban menuju beberapa fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Immanuel Sinuhaji mengungkapkan, penanganan medis dilakukan terpusat di tiga rumah sakit utama. Yaitu RS Amanda Berastagi, RS Efarina Etaham Berastagi dan RSUD Kabanjahe.

"Ada beberapa siswa yang datang dalam kondisi cukup serius dengan gejala kejang dan sesak napas. Tim medis langsung memberikan tindakan darurat, termasuk pemasangan infus dan terapi oksigen untuk menstabilkan kondisi mereka," katanya.

Menurut Zulkarnain, menu MBG yang dibagikan sebelum kejadian terdiri dari nasi, tumis sayur kol dan wortel, serta gulai ikan dencis. Dugaan awal mengarah pada hidangan gulai ikan dan disebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim setempat.

Untuk memastikan penyebab pasti, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel seluruh komponen makanan dan bahan baku dari dapur SPPG penyedia. Sampel makanan sudah diperoleh dari dapur penyedia dan akan segera dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi dan mikrobiologi.