google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Seorang PNS Tewas di Tol Medan-Tebing Tinggi, Sopir Truk Kabur

Advertisement

Seorang PNS Tewas di Tol Medan-Tebing Tinggi, Sopir Truk Kabur

04 Oktober 2026

Petugas menunjukkan mobil yang ringsek akibat kecelakaan di tol Medan-Tebing Tinggi, Minggu (4/10).

ANTARASATU.COM | Serdang Bedagai - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Kali ini, kecelakaan melibatkan mobil Toyota Veloz dan sebuah truk tronton hingga menyebabkan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai (Sergai) AKP Bringin Jaya mengungkapkan, peristiwa terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 04.15 WIB.

"Kecelakaan bermula ketika Toyota Veloz bernomor polisi BB 1846 XR yang dikemudikan Husni Kali, 39 tahun, melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan," katanya, Minggu (4/10) sore.

Mobil tersebut membawa dua penumpang, yakni M Nuh, 51, dan Arifin Nasution, 71. Setibanya di lokasi kejadian mobil Avanza Veloz itu menabrak bagian belakang kendaraan di depannya yang diduga merupakan satu unit truk tronton.

Benturan menyebabkan salah seorang penumpang Veloz, M Nuh, mengalami luka parah. Pria yang diketahui merupakan seorang PNS itu meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara itu pengemudi Veloz, Husni Kali, mengalami luka pada bagian wajah. Sedangkan penumpang lainnya, Arifin Nasution, mengalami sakit dan sesak pada bagian dada.

Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSU Medistra Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, untuk mendapatkan penanganan medis.

Usai kecelakaan terjadi, sopir truk tronton yang diduga terlibat dalam tabrakan itu justru melarikan diri bersama kendaraannya. Polisi masih memburu pengemudi truk itu untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan, sekaligus memastikan identitas kendaraan yang terlibat.

Menurut Bringin, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun upaya itu menemui kendala karena CCTV yang berada di sekitar lokasi kecelakaan ternyata dalam kondisi rusak.

Meski demikian dia memastikan polisi tetap melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mencari berbagai petunjuk di lapangan.

Kecelakaan yang melibatkan truk di Tol Medan-Tebing Tinggi juga terjadi sebulan lalu. Dua pekerja pemotong rumput tewas setelah ditabrak truk di ruas tol itu pada Senin (1/9).

Peristiwa terjadi di Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi KM 52+800 Jalur A, tepatnya di Desa Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Kedua korban bernama Sofian, 51, dan Eka Maulana, 32, dan seorang pekerja lain, Juhri, 52, mengalami luka ringan.

Bringin mengatakan, saat kejadian ketiga pekerja sedang melakukan aktivitas pemotongan rumput di sekitar jalan tol. Mereka datang menggunakan mobil operasional Suzuki Pikap dengan nomor polisi BB 8991 FP.

Sebelum mulai bekerja, ketiganya memasang lima traffic cone di sekitar kendaraan dan mengeluarkan mesin babat rumput. Namun saat pekerjaan berlangsung, sebuah truk Hino bernomor polisi B 9129 UM yang dikemudikan Rezha Prihandana melaju dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.

Truk itu kemudian menabrak tiga traffic cone, menggilas mesin babat rumput, lalu menabrak para pekerja. Akibat kejadian ini Sofian dan Eka Maulana meninggal dunia di lokasi.