Kebakaran lahan di Kabupaten Karo pada 2024.
ANTARASATU.COM | Medan - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memantau lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di Sumut yang mencapai 64 titik. Kondisi atmosfer yang kering memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Karo.
"Pada Minggu (23/8), terdeteksi sebanyak 64 titik panas di Sumatera Utara," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Budi Prasetyo, Senin (24/8).
Berdasarkan data pemantauan BBMKG, Kabupaten Karo mencatatkan jumlah titik panas tertinggi, yakni mencapai 14 titik. Wilayah lain dengan titik panas terbanyak yang turut mengepung Sumut adalah Labuhanbatu Utara dengan 11 titik.
Disusul Labuhanbatu dan Padang Lawas Utara masing-masing tujuh titik, Dairi serta Humbang Hasundutan masing-masing enam titik dan Tapanuli Tengah lima titik. Sisanya tersebar di Asahan, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Langkat, hingga Pakpak Bharat.
Kendati jumlah hotspot sempat meluruh menjadi enam titik pada Senin sore, cuaca ekstrem masih mengintai. Suhu udara di Kota Medan bahkan menembus angka 36,1 derajat Celsius akibat sengatan terik matahari yang tak terhalang tutupan awan.
Menurut Budi, dominasi massa udara kering membuat pertumbuhan awan minim sehingga radiasi surya langsung menghantam permukaan tanah secara maksimum. Meski suhu terik melanda pada siang hari, BMKG memproyeksikan cuaca Sumut sepekan ke depan masih akan diwarnai potensi hujan sedang hingga sangat lebat.
Kondisi cuaca itu akan dibayangi angin kencang berdurasi singkat. Fenomena ini dipicu oleh aktifnya gelombang atmosfer di pesisir timur, belokan angin dari Samudra Hindia serta tingginya suhu muka laut.
Yang kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif secara mendadak pada sore hingga malam hari. Untuk mengantisipasi dampak buruk karhutla dan bencana hidrometeorologi, BMKG meminta masyarakat serta pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan.
"Kepala daerah diimbau terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat agar dapat melakukan langkah antisipasi apabila terjadi cuaca ekstrem," pungkas Budi.
