Sejumlah pelajar sedang mendapat penanganan medis usai menyantap MBG, Kamis (13/8).
ANTARASATU.COM | Karo - Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Kecamatan Berastagi dan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dilarikan ke sejumlah rumah sakit pada Kamis (13/8). Mereka dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Meskip ratusan siswa harus menjalani perawatan medis darurat, Bupati Karo Antonius Ginting justru menilai situasi tersebut sebagai sebuah berita baik.
"Kami semua sudah melihat dengan jelas, dengan teliti satu persatu. Jadi, dari 255 anak sekolah yang kemungkinan ini baru kemungkinan gejala keracunan, ini semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan," ujarnya, Jumat (14/8).
"Semuanya sudah kami lihat satu persatu. Jadi, ini berita baik. Kalaupun ada sesuatu kejadian, berita baiknya adalah semua anak-anak kita dalam keadaan baik-baik," kata dia lagi.
Berdasarkan data sementara dari Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV hingga Kamis (13/8) malam, jumlah siswa yang terdampak dan menjalani perawatan medis tercatat mencapai 268 orang.
Sebagian besar korban merupakan siswa SMA Negeri 1 Berastagi sebanyak 204 orang, disusul SMK Swasta Bersama (40 orang), SMA Swasta Bersama (25 orang), serta sejumlah siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV Zulkarnain Barus menyebutkan, angka tersebut masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan penyisiran di lapangan masih terus berjalan.
"Petugas masih menyisir fasilitas kesehatan untuk memastikan seluruh siswa tertangani," kata Zulkarnain.
Insiden keracunan ini mulai terdeteksi sekitar pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, tidak lama setelah para siswa menyantap MBG yang dibagikan di sekolah. Para pelajar mengalami gejala bervariasi, mulai dari mual, pusing, muntah, gatal-gatal di area mulut dan kulit, hingga kondisi yang lebih berat seperti sesak napas dan kejang.
Gelombang evakuasi ini sempat memicu kepanikan di area sekolah. Armada ambulans dari berbagai puskesmas dan dinas kesehatan, bersama kendaraan pribadi warga serta pihak sekolah, silih berganti mengangkut para korban ke fasilitas kesehatan.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Immanuel Sinuhaji, penanganan medis dipusatkan di tiga rumah sakit utama. Yakni RS Amanda Berastagi, RS Efarina Etaham Berastagi, dan RSUD Kabanjahe.
Immanuel bahkan mengungkapkan terdapat beberapa siswa yang datang bahkan dalam kondisi cukup serius dengan gejala kejang dan sesak napas. Sampai-sampai tim medis langsung memberi tindakan darurat, termasuk pemasangan infus dan terapi oksigen untuk menyetabilkan kondisi mereka.
Menurut Zulkarnain, menu MBG yang dibagikan sebelum insiden terdiri atas nasi, tumis sayur kol dan wortel serta gulai ikan dencis. Dugaan awal keracunan mengarah pada hidangan gulai ikan yang disebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Kodim setempat.
