google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Ekonom Sumut Ungkap Biang Kerok Makin Mahalnya Harga Daging Ayam

Advertisement

Ekonom Sumut Ungkap Biang Kerok Makin Mahalnya Harga Daging Ayam

24 Agustus 2026


ANTARASATU.COM | Medan - Harga daging ayam di wilayah Sumut terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, rata-rata harga daging ayam di Sumut melonjak dari Rp48.550 menjadi Rp52.400 per kilogram.

Harga daging ayam bahkan sempat menyentuh angka tertinggi sebesar Rp69.000 per kilogram di Gunungsitoli, Nias. Ekonom Sumut Gunawan Benjamin meyakini lonjakan harga ini bukan disebabkan oleh kenaikan lonjakan permintaan.

"Melainkan akibat melambungnya biaya input produksi, khususnya harga pakan ternak," ungkapnya, Minggu (23/8).

Menurut dia, dalam sebulan terakhir harga pakan ternak naik hingga Rp500 per kilogram. Kenaikan itu seiring dengan harga jagung pakan yang bertahan tinggi di atas Rp6.000 per kilogram.

Kondisi harga jagung saat ini tergolong tidak biasa. Meski berada di tengah musim panen raya, harga jagung tetap bertahan tinggi di atas Rp6.000 per kilogram.

Situasi itu sangat kontras dengan musim panen dua tahun terakhir yang mampu menekan harga jagung hingga ke kisaran Rp4.700 per kilogram. Kenaikan biaya pakan ini juga diperparah oleh efek berantai dari pelemahan nilai tukar rupiah.

Pelemahan rupiah mengerek biaya input produksi secara keseluruhan. Tingginya biaya produksi juga berpotensi menekan suplai di pasaran karena para peternak cenderung memangkas jumlah pasokan ayam hidup mereka.

Di sisi lain, permintaan daging ayam segar di Sumut masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga. Disusul kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta sektor usaha kuliner.

"Melihat tren kenaikan yang terus berlangsung di tengah permintaan yang relatif stabil ini, daging ayam akan memberi kontribusi besar terhadap inflasi Sumut pada bulan Agustus," pungkasnya.