google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pakai Speaker, Modus Dua Kurir Aceh Antar 25 Kg Sabu ke Jambi

Advertisement

Pakai Speaker, Modus Dua Kurir Aceh Antar 25 Kg Sabu ke Jambi

08 Juli 2026

Speaker dan kedua kurir sabu.

ANTARASATU.COM | MEDAN - Jajaran Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara kembali menggagalkan peredaran narkotika jaringan antarprovinsi. Dalam sebuah operasi senyap di Jalan Lintas Sumatera, Desa Beringin Jaya, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Utara, petugas mengamankan dua kurir narkoba yang membawa 25 kilogram sabu-sabu.

Kedua tersangka, ZFH (30) asal Aceh Timur dan HND (28) asal Aceh Tamiang, diringkus saat tengah melintasi jalur darat pada 29 Juni 2026. Mereka tertangkap meski menggunakan modus operandi baru untuk mengelabui petugas.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Andy Arisandi mengungkapkan, para pelaku memiliki cara yang terbilang lihai untuk menyembunyikan barang haram tersebut. Sabu-sabu seberat 25 kilogram itu tidak disimpan di dalam tas atau bagasi biasa, melainkan diselipkan di dalam kotak pengeras suara (speaker) yang telah dimodifikasi sedemikian rupa.

"Pelaku menyimpan sabu di dalam kotak speaker yang sudah dimodifikasi agar tidak mudah terdeteksi saat pemeriksaan fisik di lapangan," ungkapnya, Rabu (8/7).

Menurut Andy, terbongkarnya aksi ini bermula dari laporan masyarakat mengenai adanya pergerakan mobil mencurigakan yang membawa narkotika. Berbekal informasi tersebut tim bergerak melakukan penghadangan di Jalan Lintas Sumatera.

Tak butuh waktu lama, petugas menemukan kotak speaker yang menjadi "brankas" berjalan bagi para kurir tersebut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa ZFH dan HND bukan kali pertama menjalankan peran ini.

Mereka mengaku telah dua kali berhasil melakukan pengiriman narkoba dengan modus serupa. Kali ini, mereka ditugaskan membawa barang haram tersebut dari Aceh menuju Jambi melalui jalur darat.

Polisi saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk membongkar jaringan di atas mereka yang diduga menjadi otak di balik pengiriman barang haram lintas provinsi ini.