google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Kapolsek Labuhan Bilang Kasus Pembobolan Kios Milik Charlie Jadi Atensi

Advertisement

Kapolsek Labuhan Bilang Kasus Pembobolan Kios Milik Charlie Jadi Atensi

Editor: Dyan Putra
03 Juli 2026

ANTARAsatu.com | MEDAN - Kapolsek Medan Labuhan Kompol D Raja Putra Napitupulu, S.I.K, M.M memberikan respon terhadap laporan kasus pembobolan kios milik Charlie yang berada di Pasar Tradisional Marelan, Jalan Marelan Raya, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Medan, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/644/VI/2026/SPKT UNITRESKRIM/POLSEK LABUHAN/POLRES PELABUHAN BELAWAN/POLDASU, yang laporkan korban Charlie, pada Rabu 17 Juni 2026.

Bahkan pihak kepolisian saat ini sedang terus mendalami penyelidikan untuk mengungkap peristiwa yang diduga tindak pidana untuk menentukan apakah penyelidikan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Laporan Charlie terkait kasus pembobolan kios miliknya menjadi atensi penyelidikan untuk mengungkap dan menetapkan terduga pelaku," ujar Kompol Raja, Jumat (3/7/2026).

Terpisah, sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, IPTU Dr. Hamzar Nodi, S.H., M.H., memastikan personilnya bekerja semaksimal mungkin.

"Kita tetap bekerja keras mengungkap kasus pembobolan kios milik Charlie di Pasar Tradisional Marelan," katanya.

Hamzar juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu proses penyelidikan dengan memberikan informasi maupun bukti awal yang dapat menjadi petunjuk bagi kepolisian.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting untuk mempercepat pengungkapan kasus. Ia juga mengimbau para pedagang agar meningkatkan sistem keamanan di lingkungan pasar.

"Kami masih membutuhkan informasi dari masyarakat agar kasus cepat terbongkar. Jadi apabila menemukan petunjuk yang mengarah pada kasus pencurian ini mohon diinfokan," jelas Kanit.

Sementara itu, korban Charlie, mengaku telah berkoordinasi dengan Polsek Medan Labuhan pasca membuat laporan polisi kasus pembobolan kios miliknya berikut menyerahkan rekaman video perbincangan dirinya dengan seorang pria yang menawarkan jasa untuk mengawasi kiosnya sebelum peristiwa pembobolan kios terjadi.

"Jadi rekaman video yang saya serahkan ke pihak kepolisian itu berupa percakapan saya dengan seorang pria yang saya tidak kenal sebelum kios dibobol. Pria itu datang ke kantor saya menawarkan jasa untuk jaga malam mengawasi kios milik saya. Pria itu pun mewanti-wanti bahwa kios milik saya sudah diintai-intai menjadi sasaran pencurian karena pintu besi yang dinilai bagus dan tebal," beber Charlie.

Charlie menambahkan, sebelumnya dirinya juga telah dua kali menjadi korban pencurian dan kasusnya telah dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan.

"Sebelumnya saya juga sudah dua kali menjadi korban pencurian dan kasusnya juga sudah saya laporkan ke Polsek Medan Labuhan. Jadi kasus pembobolan kios milik saya ini dengan kerugian ditaksir sekitar Rp100 juta merupakan yang ketiga kali," terang Charlie. ***