google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Drone Thermal Ungkap Nasib Tragis Pemancing Lau Biang Karo

Advertisement

Drone Thermal Ungkap Nasib Tragis Pemancing Lau Biang Karo

08 Juli 2026

Proses evakuasi korban hanyut di Lau Biang, Karo.

ANTARASATU.COM | KARO - Pencarian selama enam hari di sepanjang aliran Sungai Lau Biang, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, akhirnya menemui titik akhir. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Nuah Ginting (61), pemancing yang dilaporkan hanyut sejak Selasa (30/6).

Pencarian yang melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan ini sempat mengalami kebuntuan pada hari-hari awal. Saat keluarga dan warga memulai pencarian mandiri, mereka hanya menemukan barang-barang milik korban di tepi sungai, seperti parang, sandal dan tempat ikan.

Jejak fisik korban seolah lenyap ditelan derasnya arus Lau Biang. Memasuki operasi resmi, tim gabungan meningkatkan intensitas penyisiran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, selaku Search Mission Coordinator (SMC), memutuskan untuk mengintegrasikan berbagai metode canggih. Tak hanya mengandalkan penyisiran manual, tim juga menyiagakan Drone Thermal untuk memantau dari udara serta Aqua Eye untuk memetakan kondisi di bawah permukaan air.

"Selama enam hari pelaksanaan Operasi SAR, kami melakukan penyisiran menggunakan perahu, deteksi bawah permukaan air, pemantauan udara serta scouting darat di sepanjang bantaran sungai," ujar Hery, Senin (6/7).

Kejelian pemantauan udara dengan teknologi thermal menjadi salah satu kunci penting dalam operasi ini. Setelah menyisir sektor-sektor yang dicurigai menjadi jalur arus, tim akhirnya menemukan korban pada koordinat 03°07′20.44″N 98°18′08.08″E, berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi awal korban memancing.

Nuah Ginting ditemukan pada pukul 17.10 WIB dalam keadaan meninggal dunia. Proses evakuasi pun segera dilakukan sebelum jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

Hery memberi apresiasi tinggi kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Basarnas Medan, BPBD Karo, hingga aparat kepolisian dan masyarakat setempat. Sinergi seluruh unsur dipastikannya menjadi faktor penting sehingga korban akhirnya dapat ditemukan dan dievakuasi.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian di Sungai Lau Biang sudah ditutup. Dedikasi tim gabungan selama enam hari penuh tanpa mengenal lelah, yang ditopang dengan penggunaan teknologi pemantauan yang tepat, telah membawa jawaban bagi keluarga yang menanti kepastian akan nasib Nuah Ginting.