Pelaksanaan Trail of The Kings by UTMB 2025.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Sebanyak 1.015 pelari dari 34 negara dipastikan bakal bersaing di ajang lari lintas alam internasional, Trail of The Kings by UTMB 2026. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengungkapkan adanya lonjakan kepesertaan yang signifikan pada gelaran tahun ini.
"Ada kenaikan jumlah partisipasi untuk tahun 2026. Pada tahun 2025 partisipasi pelari berasal dari 27 negara," katanya seusai Rapat Finalisasi Persiapan, di Medan, Jumat (5/6).
Adapun pelepasan para pelari (flag off) akan dilaksanakan di kawasan Waterfront City. Kategori lari jarak jauh paling ekstrem, yakni 100K, bakal memulai start paling awal pada pukul 03.00 WIB.
Selain kelas utama tersebut, ajang ini juga memperlombakan kategori 60K, 28K, 10K, 5K, hingga Kids Race. Untuk menjamin kelancaran kompetisi, panitia telah mematangkan manajemen logistik dan pengamanan rute.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengamanan penyeberangan ke Samosir," tutur Yuda.
Pemprov Sumut juga fokus pada kesiapan fasilitas medis darurat di sepanjang jalur lomba. Dinas Kesehatan sudah diinstruksikan untuk memetakan titik-titik posko kesehatan serta melakukan pengecekan kesiapan rumah sakit rujukan di sekitar lokasi acara.
Kebersihan dan kerapian di wilayah waterfront city dan area sekitar pasar turut menjadi perhatian utama menjelang hari H. Kehadiran seribuan pelari internasional ini diharapkan mampu memperkuat posisi Sumut sebagai destinasi unggulan sport tourism dunia.
Yuda memastikan Pemprov Sumut berkomitmen menjaga keberlanjutan event berskala internasional di wilayahnya karena dapat memberi dampak ekonomi yang masif bagi masyarakat.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyatakan daerahnya siap menyambut para peserta dan mengoptimalkan ajang ini sebagai panggung promosi kawasan Danau Toba ke dunia internasional.
"Kami siap mendukung kegiatan ini. Akan ada dampak ekonomi bagi masyarakat Samosir," ucap Vandiko.
