google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pidato Presiden Prabowo akan Jadi Penentu Rebound IHSG dan Kurs Rupiah

Advertisement

Pidato Presiden Prabowo akan Jadi Penentu Rebound IHSG dan Kurs Rupiah

03 Juni 2026


ANTARAsatu.com | MEDAN - Indeks Harga Saham Gabungan terpuruk cukup dalam dengan membukukan pelemahan 4,11% ke level 5.941,066 pada perdagangan Rabu (3/6). Kejatuhan indeks acuan ini diiringi oleh merosotnya harga 692 saham, sementara hanya 69 saham yang menguat dan 54 saham lainnya ditutup stabil.

Secara bersamaan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga mengalami tekanan hebat hingga ditutup melemah ke level Rp17.940. Bahkan sempat menyentuh level terendah di posisi Rp17.950.

Analis dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin menilai pasar saat ini tengah dibayangi oleh spekulasi dan rumor negatif. Salah satu sentimen yang hangat diperbincangkan adalah keputusan lembaga pemeringkat internasional, Moody's, yang memberi peringkat Baa2- kepada Danantara Investment Management.

"Pelaku pasar masih mengkhawatirkan keputusan *rating grade* yang akan diberikan lembaga pemeringkat internasional terhadap *credit rating* tanah air," ungkap Gunawan, di Medan.

Di tengah kepanikan pasar, menurut Gunawan perhatian investor kini tertuju pada agenda domestik besok. Pelaku pasar menanti pidato Presiden Prabowo Subianto untuk melihat arah kebijakan strategis yang akan diambil pemerintah dalam menenangkan gejolak pasar saat ini.

Menurut Gunawan, agenda ini akan menjadi titik balik yang krusial bagi pergerakan instrumen investasi dalam negeri.

"Jika pidato Presiden nantinya lebih mengarah pada kepastian mengurangi tekanan fiskal, maka ada peluang pasar keuangan berbalik arah atau rebound," kata Gunawan.

Untuk saat ini, pelaku pasar dipastikannya memilih sikap berhati-hati dan cenderung melakukan aksi wait and see hingga pidato Presiden tersebut berakhir. Sentimen positif seolah tertahan karena rencana pemerintah untuk menambah likuiditas valuta asing (valas) melalui penerbitan obligasi sejauh ini belum mendapat respons positif dari pasar.

Investor masih memantau efektivitas kebijakan baru dalam menyerap devisa pemerintah pasca-berdirinya Danantara Sumberdaya Indonesia. Di sisi lain, tekanan terhadap aset domestik tidak lepas dari dinamika pasar komoditas global.

Harga emas dunia pada perdagangan hari ini terpantau turun ke level US$4.463 per ons troy, atau setara dengan Rp2,58 juta per gram. Koreksi pada harga logam mulia ini terjadi seiring dengan kenaikan harga minyak mentah global serta rilis data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan.