RP, pelaku pembunuhan Nita Rika Irawati Gultom di Tebing Tinggi, Sumut.
ANTARAsatu.com | TEBING TINGGI - Ruang digital kembali memicu tragedi berdarah di dunia nyata. Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Tebing Tinggi, Sumut, Nita Rika Irawati Gultom (43), meregang nyawa setelah menjadi sasaran kemarahan membabi buta seorang pria berinisial RP (29).
Ironisnya, nyawa korban melayang hanya karena sebuah unggahan di media sosial Facebook yang memicu ketersinggungan pelaku. Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (14/4) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.
Suasana tenang di Perumahan BTN Purnawirawan, Jalan Kutilang, Kelurahan Bulian, mendadak pecah oleh suara adu mulut yang hebat.
RP sengaja mendatangi kediaman Nita untuk mengklarifikasi sebuah status Facebook.
Pelaku merasa unggahan korban menyudutkan atau menyinggung martabatnya. Namun, alih-alih mendapat penjelasan, pertemuan tersebut justru memicu cekcok panas.
Dalam hitungan menit, emosi RP memuncak. Ia mengeluarkan sebilah sangkur yang telah disiapkannya dan menyerang Nita secara brutal.
Korban tersungkur setelah mengalami luka tikam serius di bagian perut. Meski warga sempat berusaha melarikan Nita ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Namun takdir berkata lain, ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan. Usai melakukan aksinya, RP sempat melarikan diri ke luar kota.
Namun, pelariannya tak bertahan lama. Tim jajaran Polres Tebing Tinggi bersama Polsek Rambutan bergerak melakukan pengejaran.
Petugas mengejar berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Kurang dari 24 jam, polisi pun berhasil melacak keberadaan pelaku.
"Pelaku berhasil diamankan di rumah keluarganya di Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB," ujar Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Budi Sihombing.
Dari tangan pelaku, polisi menyita satu buah sangkur yang diduga kuat sebagai senjata untuk menghabisi nyawa korban. Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya karena gelap mata akibat emosi yang meluap.
"Pelaku mengakui telah menikam korban akibat emosi setelah cekcok terkait unggahan di Facebook," kata AKP Budi.
Saat ini, RP masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tebing Tinggi. Polisi juga mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini.
