Ilustrasi.
ANTARAsatu.com | MEDAN - Harga emas dunia kembali naik dan nyaris menyentuh level psikologis US$5.000 per ons troy di tengah memanasnya tensi konflik AS-Iran. Pada perdagangan Kamis (19/2), emas ditransaksikan di kisaran US$4.997 per ons troy atau sekitar Rp2,7 juta per gram.
Tensi geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat dan perundingan antara AS dengan Iran baru akan dilangsungkan sekitar dua pekan mendatang. Kondisi tersebut membuat harga emas membaik dan bergerak mendekati level psikologisnya.
“Peningkatan tensi antara AS dan Iran kembali mendorong harga emas mendekati level psikologis US$5.000 per ons troy,” ujar Gunawan Benjamin, Ekonom UISU, di Medan.
IHSG sempat menguat di awal sesi perdagangan sebelum berbalik arah dan ditutup melemah 0,43% di level 8.274,081. Selama sesi perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 8.251 hingga 8.376.
Sejumlah emiten besar yang memicu koreksi IHSG antara lain BBCA, BMRI, BBRI, ASII hingga HMSP. Kinerja IHSG bergerak berbeda arah dibandingkan mayoritas bursa saham di Asia.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada perdagangan hari ini. Keputusan tersebut sesuai harapan pasar dan direspons positif oleh rupiah.
Rupiah yang sempat melemah di atas level Rp16.900 per dolar AS pada sesi pagi berbalik arah dan ditutup menguat di level Rp16.870 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi di tengah respons pasar terhadap kebijakan BI dan spekulasi bahwa The Fed cenderung menahan suku bunga acuannya.
Pasar masih menunggu sejumlah data lanjutan sebagai sinyal arah kebijakan The Fed berikutnya. Hingga kini belum ada jaminan bahwa The Fed akan benar-benar menahan suku bunga acuannya.
