FAP menunjukkan oknum TNI dan rekannya A saat mendatangi salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan.(Putra/mistar.id)
ANTARAsatu.com | MEDAN - Aksi kriminalitas jalanan di Kota Medan kembali mencuat dengan keterlibatan oknum aparat. Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), FAP, mengaku menjadi korban percobaan pembegalan sekaligus pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI berinisial O.
Peristiwa bermula di kawasan Pajus, Jalan Jamin Ginting, Jumat (13/2) dini hari. Farhan dihentikan dua pria tak dikenal yang menuduhnya sebagai pelaku asusila. Di tengah intimidasi tersebut, muncul oknum O yang berdalih menolong, tetapi justru melakukan kekerasan fisik terhadap korban.
"Di perjalanan, tas dan ponsel saya diminta oleh rekan oknum tersebut berinisial A," ungkap FAP, Selasa (24/2), dikutip dari mistar.id.
Kecurigaan Farhan terbukti saat ia menyadari tablet dan earphone miliknya hilang dari tas. Alih-alih membantu mencari, oknum O justru diduga melakukan pemerasan dengan meminta uang tebusan sebesar Rp15 juta kepada korban.
Tak tinggal diam, mahasiswa Sastra Jepang ini melakukan pelacakan mandiri. Hasilnya mengejutkan, AirPods miliknya ditemukan tertanam di dalam tanah di kawasan Jalan Panigara, sementara sinyal tablet terdeteksi di pusat perbelanjaan Milenium.
“Saya cek CCTV di sana, pedagang mengonfirmasi ada oknum TNI yang mencoba menjual tablet saya tetapi ditolak,” jelasnya.
Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polisi Militer (PM). Meski barang bukti tablet telah dikembalikan oleh oknum tersebut, Farhan menyebut oknum O masih berupaya meminta uang ganti rugi dengan dalih biaya penebusan barang.
FAP menegaskan mengantongi berbagai bukti atas kejadian yang dialaminya. Mulai dari rekaman percakapan hingga rekaman CCTV saat oknum tersebut hendak menjual barangnya.
