google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Menanam Jagung Berujung Maut, Seorang Petani Muda Terseret Arus Ganas Sungai Belawan

Advertisement

Menanam Jagung Berujung Maut, Seorang Petani Muda Terseret Arus Ganas Sungai Belawan

19 Februari 2026

 

Proses evakuasi korban tenggelam di sungai Belawan.


ANTARAsatu.com | MEDAN - Seorang petani muda bernama Ian, 35, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara. Korban ditemukan Tim Operasi SAR Nasional setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari sejak laporan diterima.


"Jenazah korban ditemukan kemarin sore pukul 15.00 WIB," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Kamis (19/2).


Dia menjelaskan, korban dilaporkan hanyut pada Senin (16/2) sekitar pukul 10.00 WIB saat menyeberangi sungai untuk menanam jagung di seberang aliran sungai. Korban diduga tidak sanggup melawan derasnya arus sungai yang meningkat akibat hujan sehingga terseret dan hilang.


Upaya pertolongan sempat dilakukan warga setempat saat kejadian berlangsung. Lalu kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan karena korban tidak ditemukan.


Setelah menerima laporan kejadian, Tim Operasi SAR Nasional yang dikoordinir Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan melakukan pencarian bersama dengan unsur SAR gabungan. Operasi melibatkan TNI/Polri, BPBD, pemerintah setempat dan masyarakat relawan.


Basarnas Medan mengerahkan satu tim rescue, lengkap dengan peralatan SAR. Meliputi perahu LCR, rope rescue, peralatan keselamatan, serta metode penyisiran permukaan, pencarian visual dari darat dan alat pendeteksi sonar di bawah air.


Setelah pencarian selama tiga hari, jasad korban ditemukan pada Rabu (18/2) pukul 15.00 WIB dengan jarak sekitar 11 kilometer dari titik awal hanyut. Evakuasi dilakukan tim SAR dan jenazah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.


Hery memastikan, operasi SAR dilaksanakan secara cepat dan terkoordinasi. Hal itu utamanya untuk meminimalkan risiko dan kerugian jiwa dalam setiap laporan kejadian serupa.


Operasi SAR gabungan ini, lanjut dia, merupakan wujud kerja sama semua pihak untuk memberi layanan profesional, Modern dan Teruji saat menghadapi insiden darurat di wilayah perairan.


"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika berada di daerah aliran sungai, terutama saat arus deras atau musim hujan," pungkasnya.