ANTARAsatu.com | MEDAN – Seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) yang menyambi sebagai pengemudi ojek daring (ojol), Asran Harefa, menjadi korban perampokan bersenjata tajam di halaman parkir FIF Group, Jalan Veteran, Kecamatan Labuhan Deli.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/2) dini hari sekitar pukul 02.58 WIB tersebut terekam jelas kamera pengawas (CCTV). Dalam rekaman korban terlihat tengah beristirahat sejenak setelah mengantar penumpang.
Tiba-tiba, dua pelaku turun dan langsung menodongkan senjata tajam ke arah korban agar tidak melakukan perlawanan. Setelah itu, sepeda motornya langsung dibawa lari.
"Asran sempat mengejar, tapi kehilangan jejak," ungkap Marsall, teman korban, mengutip kompas.com, Senin (23/2).
Marsall menambahkan, Asran merupakan sosok pekerja keras yang mengandalkan profesi ojol untuk bertahan hidup dan membiayai kuliahnya secara mandiri. Ironisnya, hingga saat ini korban belum dapat membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Hal itu dikarenakan seluruh dokumen kendaraan miliknya ikut raib di dalam jok motor yang dibawa lari pelaku.
"Jadi dia bingung bagaimana melapornya," tambah Marsall.
Aksi pembegalan ini memicu gelombang simpati dari warganet. Masyarakat berharap pihak kepolisian segera bertindak tegas mengejar para pelaku yang wajahnya terekam jelas dalam CCTV.
