google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 SAR Temukan Jasad Dua Bocah Hanyut di Sungai Batang Kuis

Advertisement

SAR Temukan Jasad Dua Bocah Hanyut di Sungai Batang Kuis

12 Januari 2026

 

Proses evakuasi dua jasad bocah perempuan korban hanyut di sungai Batang Kuis, Sabtu (10/1).


ANTARAsatu.com | DELISERDANG - TimSAR gabungan menemukan dua bocah perempuan yang sebelumnya dilaporkan hanyut di sungai Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian.


"Jasad kedua korban ditemukan berjarak sekitar 400 meter dari lokasi awal dilaporkan hanyut," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, di Medan, Senin (12/1).


Dia mengatakan, proses pencarian dilakukan secara intensif melalui penyisiran aliran sungai menggunakan perahu karet. Upaya pencarian juga dilakukan dari darat di sisi kiri dan kanan sungai Batang Kuis.


Tim membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor. Pola pencarian difokuskan pada permukaan sungai dan sepanjang aliran yang berpotensi menjadi titik tersangkut korban.


Hingga akhirnya kedua korban dapat ditemukan pada Sabtu (10/1) sore, sekitar pukul 15.50 WIB. Saat ditemukan, keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia.


Setelah ditemukan, kedua jasad korban langsung dievakuasi ke darat oleh tim SAR gabungan. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.


Kedua korban diketahui bernama Dina, 13, dan Aisyah, 12. Peristiwa hanyut terjadi saat keduanya berada di sekitar sungai setelah mengambil buah cokelat dan berniat mencuci kaki di tepi sungai Batang Kuis.


Diduga, korban terpeleset dan terseret arus sungai yang deras akibat meningkatnya debit air. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya ke pihak berwenang.


Menerima laporan itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan segera mengerahkan personel ke lokasi kejadian. Operasi SAR kemudian dilaksanakan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas Medan, TNI, Polri, BPBD setempat, aparat desa, hingga masyarakat sekitar.


Hery mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.