ANTARASATU.COM | Aceh Besar - Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan kesiapan pasokan Avtur di Aceh menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas penerbangan sekaligus menjaga kelancaran layanan energi bagi sektor penerbangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fanda Chrismianto turun langsung mengecek Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Iskandar Muda, Aceh, Kamis (29/10). Pengecekan difokuskan pada kesiapan sarana dan fasilitas operasional, keandalan peralatan serta kesiapan personel dalam menghadapi peningkatan kebutuhan Avtur pada akhir tahun.
Bersama jajaran manajemen, Fanda memeriksa sejumlah fasilitas dan sarana operasional di terminal pengisian bahan bakar pesawat tersebut. Ia juga berdiskusi dengan tim operasional setempat mengenai kesiapan fasilitas, penerapan keselamatan kerja hingga langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan aktivitas penerbangan selama periode libur Nataru.
Menurut Fanda, kesiapan sarana dan fasilitas menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyaluran Avtur, terutama ketika kebutuhan energi sektor penerbangan, mengalami peningkatan.
"Menjelang periode libur akhir tahun, kami ingin memastikan seluruh sarana dan fasilitas operasional berada dalam kondisi siap dan dapat berfungsi secara optimal. Kesiapan fasilitas harus didukung dengan keandalan peralatan serta kesiapan personel dalam menjalankan operasional sesuai standar keselamatan," ujar Fanda.
Ia berharap berbagai persiapan yang dilakukan sejak dini dapat memastikan penyaluran Avtur tetap berjalan lancar sehingga mampu memenuhi kebutuhan penerbangan masyarakat.
Selain memastikan keandalan fasilitas, Pertamina juga menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Hal itu sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati yang diterapkan perusahaan dengan tetap mengedepankan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Fanda menegaskan, pelayanan optimal harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan. Karena itu, seluruh personel operasional dituntut memiliki kompetensi memadai, memahami prosedur keselamatan, serta menjaga kewaspadaan dalam setiap tahapan pekerjaan.
"Pelayanan sepenuh hati harus berjalan beriringan dengan penerapan aspek HSSE. Kami memastikan seluruh personel memiliki kesiapan dan kompetensi yang memadai, memahami prosedur keselamatan serta senantiasa menjaga kewaspadaan dalam menjalankan tugasnya," katanya.
Menurutnya, peningkatan aktivitas penerbangan pada akhir tahun harus diantisipasi tanpa mengabaikan keselamatan personel, pelanggan, maupun keandalan operasional. Setiap tahapan pelayanan harus dilaksanakan sesuai prosedur agar potensi gangguan dapat diminimalkan.
Melalui pengecekan ini Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga mendorong tim operasional AFT Sultan Iskandar Muda untuk mempertahankan kesiapan fasilitas dan meningkatkan kewaspadaan. Evaluasi berkala diperlukan agar potensi kendala dapat teridentifikasi dan ditangani lebih awal.
