google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Nahas Berenang Bersama Jemaat Gereja, Lansia Tenggelam di Danau Toba

Advertisement

Nahas Berenang Bersama Jemaat Gereja, Lansia Tenggelam di Danau Toba

02 November 2026

Jasad Mangantar Napitupulu saat dievakuasi dari Danau Toba.

ANTARASATU.COM | Simalungun - Suasana penuh kebersamaan jemaat gereja di pesisir Danau Toba seketika berubah menjadi duka mendalam. Mangantar Napitupulu, lansia berusia 66 tahun asal Kabupaten Simalungun, ditemukan meninggal dunia setelah sempat hilang akibat tenggelam di Pantai Siporoporo, Dusun II Salbe, Desa Togu Domu Nauli, Kecamatan Dolok Pardamean, Minggu (1/11).

Niat hati hendak menghabiskan waktu sore bersama rombongan gerejanya dengan berenang di sekitar danau sekitar pukul 14.45 WIB. Namun, petaka datang ketika Mangantar mencoba berenang kembali menuju tepi danau.

Diduga kuat akibat kelelahan fisik, tubuh lansia itu tidak mampu lagi mengayuh air hingga akhirnya tenggelam dan hilang di balik riaknya Danau Toba. Rekan-rekan satu jemaat bersama warga setempat langsung berhamburan mencoba melakukan pencarian awal secara mandiri.

Mengingat kedalaman perairan dan keterbatasan peralatan, upaya swadaya itu tidak membuahkan hasil. Pihak keluarga lantas bergerak cepat melaporkan kejadian itu ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Medan sekitar pukul 15.10 WIB.

Merespons laporan darurat itu Tim Rescue Pos SAR Danau Toba merapat ke lokasi hanya dalam kurun waktu kuran dari satu jam. Bersama unsur gabungan dari Polsek Dolok Pardamean, BPBD Simalungun, perangkat desa serta warga lokal, operasi pencarian intensif langsung digelar dengan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

SRU pertama menyisir perairan hingga sejauh satu nautical mile menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) sekaligus memindai kedalaman air memanfaatkan perangkat sonar. Sementara SRU kedua menyisir sepanjang garis pantai menggunakan perahu karet Landing Craft Rubber (LCR).

"Sedangkan SRU ketiga memfokuskan pencarian pada titik bawah air melalui operasi penyelaman. Perjuangan tim SAR di bawah dingin dan gelapnya arus danau akhirnya menemui titik terang menjelang senja," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Senin (2/11).

Pada pukul 17.55 WIB, lanjut dia, para penyelam berhasil menemukan tubuh Mangantar yang berada di dasar danau pada kedalaman sekitar 17 meter. Jasad korban langsung dievakuasi ke darat dan diserahkan ke pihak keluarga.

 Hery mengimbau seluruh masyarakat untuk menjadikan insiden ini sebagai pengingat penting akan keselamatan aktivitas perairan. Warga diingatkan untuk selalu mengukur kondisi fisik pribadi, melek cuaca dan tidak memaksakan diri saat berenang di perairan bebas seperti danau maupun laut.