google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 BPS Catat Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan Januari-September Naik 14,19 Persen

Advertisement

BPS Catat Nilai Ekspor Melalui Pelabuhan Januari-September Naik 14,19 Persen

Editor: Dyan Putra
04 November 2026

Aktivitas ekspor melalui pelabuhan Januari-September 2026 mencapai US$10.619,84 juta atau naik 14,19 persen dibanding periode yang sama 2025
ANTARASATU.COM | Medan - Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara pada Januari–September 2026 mencapai US$10.619,84 juta atau naik 14,19 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

Selain itu, nilai ekspor pada September 2026 mengalami peningkatan dibandingkan September 2025, yaitu dari US$1.058,40 juta menjadi US$1.449,87 juta atau mengalami peningkatan sebesar 36,99 persen.

"Golongan barang yang mengalami peningkatan terbesar pada Januari-September 2026 terhadap Januari-September 2025 adalah golongan lemak & minyak hewan/nabati yaitu naik sebesar US$382,29 juta (9,73%) diikuti oleh golongan berbagai produk kimia naik sebesar US$310,01 juta (22,39%),” ujar Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, Selasa (3/11).

Ia menyebut, golongan barang yang mengalami penurunan terbesar pada Januari-September 2026 di antara 10 golongan barang utama adalah golongan buah-buahan dengan penurunan sebesar US$35,86 juta (-16,40 %), diikuti oleh golongan tembakau yaitu turun sebesar US$22,82 juta (-11,12%).

“Ekspor ke Tiongkok pada periode Januari–September 2026 merupakan yang terbesar yaitu US$1.908,90 juta, diikuti Amerika Serikat sebesar US$1.401,64 juta dan India sebesar US$847,37 juta dengan kontribusi ketiganya mencapai 39,15 persen. Menurut kelompok negara utama tujuan ekspor pada Januari–September 2026, ekspor ke kawasan Asia (di luar ASEAN) merupakan yang terbesar dengan nilai US$4.835,06 juta (45,53%),” pungkasnya.

Sedangkan, terkait impor, Asim menuturkan bahwa nilai impor melalui Sumatera Utara pada Januari–September 2026 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) sebesar US$4.539,71 juta atau naik sebesar 10,27 persen dibandingkan Januari–September 2025 yang bernilai sebesar US$4.116,72 juta.

“Bila dibandingkan dengan nilai impor bulan September pada tahun 2026 dengan tahun 2025, nilai impor mengalami peningkatan sebesar 4,28 persen. Nilai impor menurut golongan penggunaan barang Januari–September 2026 dibanding Januari–September 2025, barang konsumsi mengalami peningkatan sebesar 26,57 persen dan bahan baku penolong meningkat sebesar 12,33 persen, sedangkan barang modal mengalami penurunan sebesar 17,78 persen,” katanya.

Ia menambahkan, pada Januari-September 2026, golongan barang utama yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah golongan mesin pesawat mekanik dengan nilai sebesar US$45,77 juta (-9,40%).

Sementara, golongan barang impor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah golongan bahan bakar mineral dengan kenaikan sebesar US$317,20 juta (49,38%) diikuti oleh golongan ampas/sisa industri makanan dengan kenaikan sebesar US$64,11 juta (23,49%).

"Nilai impor Januari–September 2026 dari Tiongkok merupakan yang terbesar yaitu US$1.260,17 juta dengan perannya mencapai 27,76 persen dari total impor Sumatera Utara, diikuti Singapura sebesar US$686,99 juta (15,13%) dan Malaysia sebesar US$62,06 juta (13,92%),” tukasnya.

Ia menyebutkan, neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara September 2026 tercatat mengalami surplus sebesar US$935,82 juta.

“Apabila neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara September 2026 dibandingkan dengan periode bulan yang sama pada tahun sebelumnya, terjadi peningkatan sebesar 65,54 persen yaitu dari US$565,02 juta pada September 2025 menjadi US$935,37 juta pada September 2026. Pada periode Januari–September 2026, Sumatera Utara telah mencapai surplus perdagangan sebesar US$6.080,14 juta,” tutupnya. (red/ip)