google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Sapu Eceng Gondok di Danau Toba, Kapal Pembersih Perairan Dikerahkan Pertamina

Advertisement

Sapu Eceng Gondok di Danau Toba, Kapal Pembersih Perairan Dikerahkan Pertamina

31 Oktober 2026


ANTARASATU.COM | Samosir - Upaya menjaga kelestarian Danau Toba terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut turut mengambil peran dengan mengerahkan satu unit kapal pembersih eceng gondok serta menyalurkan 3.000 bibit pohon pinus untuk mendukung pelestarian lingkungan di kawasan Bukit Sibea-Bea, Kabupaten Samosir, Sumut.

Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini diserahkan bekerja sama dengan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola kawasan Bukit Sibea-Bea, Jumat (30/10). Kapal pembersih diharapkan menjadi sarana untuk mengangkat eceng gondok yang tumbuh di perairan Danau Toba, sedangkan ribuan bibit pinus ditanam di sekitar kawasan wisata itu.

Kehadiran kapal pembersih menjadi salah satu langkah untuk mengatasi pertumbuhan eceng gondok yang banyak ditemukan di perairan Danau Toba. Tanaman air itu akan dikumpulkan secara rutin untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk kompos. Hasil pengolahannya akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, termasuk bibit pinus yang disalurkan Pertamina.

Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Silvani Maiyestuhariani mengatakan, bantuan kapal ini diharapkan mampu mendukung kegiatan pembersihan perairan secara rutin dan berkelanjutan.

Menurut dia, eceng gondok yang diangkat dari perairan tidak hanya dibersihkan,m. Namun juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos sehingga memiliki nilai guna bagi lingkungan sekitar.

"Pupuk ini kemudian juga digunakan untuk bibit pohon pinus yang diberikan Pertamina kepada yayasan untuk ditanam di sekitar area Bukit Sibea-Bea demi menjaga kelestarian alam dan penghijauan di sekitar Danau Toba," tuturnya.

Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba Armend Situmorang menjelaskan, kapal bantuan itu memungkinkan pihaknya membersihkan sekitar dua hingga lima ton eceng gondok dari perairan Danau Toba. Eceng gondok yang terkumpul kemudian diproses menjadi pupuk kompos untuk tanaman di kawasan Bukit Sibea-Bea.

Proses pengolahan menurutnya relatif singkat. Dalam waktu sekitar satu bulan, eceng gondok yang dikumpulkan sudah dapat berubah menjadi pupuk dan siap digunakan.

Pemanfaatan eceng gondok menjadi kompos juga memberi keuntungan dari sisi operasional. Selain mengurangi timbunan tanaman air di perairan, hasil pengolahannya juga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan penghijauan sehingga mengurangi biaya pengadaan pupuk.

Camat Harian, Hartopo MH Manik, mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Yayasan Jadilah Terang Danau Toba. Menurut dia, bantuan itu merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan sekaligus upaya mempertahankan keindahan Danau Toba sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Sumut.

Bukit Sibea-Bea selama ini dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menawarkan panorama alam Danau Toba. Meningkatnya kunjungan wisatawan menjadikan upaya menjaga kebersihan perairan dan kelestarian kawasan sekitarnya semakin penting agar daya tarik wisata itu dapat dipertahankan.

Melalui program TJSL ini Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mendorong pengembangan inovasi pelestarian lingkungan berbasis potensi lokal. Kolaborasi itu diharapkan tidak hanya mengurangi pencemaran perairan, tetapi juga menciptakan siklus pemanfaatan sumber daya yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, serta tujuan ke-14 tentang Ekosistem Laut.