google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 BBM PADANG: Respons Keluhan Warga, Pertamina Perketat Pengawasan Distribusi

Advertisement

BBM PADANG: Respons Keluhan Warga, Pertamina Perketat Pengawasan Distribusi

17 Oktober 2026


ANTARASATU.COM | Padang - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperketat pengawasan distribusi BBM di Kota Padang, Sumatera Barat. Hal itu dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat terkait antrean solar dan kualitas Pertalite.

Upaya tersebut melalui peningkatan pasokan solar hingga 403.000 liter per hari, pengawasan transaksi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) serta pemeriksaan kualitas Pertalite.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, perusahaan terus memperkuat penanganan distribusi BBM. Yakni melalui penambahan pasokan, pengawasan transaksi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kami terus mengoptimalkan penyaluran Solar melalui penambahan pasokan dan penguatan pengawasan transaksi di SPBU," tuturnya, Kamis (15/10).

Pihaknya juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mendukung penanganan antrean secara terpadu. Setiap informasi dan keluhan masyarakat terkait kualitas Pertalite juga tetap menjadi perhatian mereka dan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta pengujian sesuai prosedur.

Peningkatan pasokan solar mencapai sekitar 18% dibandingkan rata-rata penyaluran sebelumnya, yakni 340.000 liter per hari. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi antrean pembelian solar sekaligus memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di Kota Padang.

Selain menambah pasokan, Pertamina juga mengoptimalkan pengaturan antrean dengan mengaktifkan seluruh petugas marshal di SPBU. Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk menangani antrean secara terpadu.

Sejumlah langkah yang dibahas meliputi pembentukan tim pengurai antrean dan pemanfaatan Terminal Koto Lalang sebagai kantong parkir. Kemudia rencana pembatasan kendaraan yang memasuki kawasan dalam Kota Padang.

Dari sisi pengawasan distribusi, Pertamina menganalisis data transaksi untuk mengidentifikasi potensi pembelian berulang yang tidak sesuai ketentuan. Perusahaan juga mengajukan permohonan penghapusan nomor polisi kendaraan yang teridentifikasi melakukan transaksi berulang melalui mekanisme yang berlaku.

Fahrougi memastikan, Pertamina bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), selaku mitra pengelola lembaga penyalur resmi, berkomitmen menindaklanjuti temuan ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM.

Selain menangani antrean solar, Pertamina menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai kualitas Pertalite di Sumbar. Perusahaan telah memeriksa sejumlah SPBU dan mengambil sampel Pertalite dari beberapa titik, termasuk Integrated Terminal Teluk Kabung, untuk diuji lebih lanjut di Laboratorium Lemigas, Jakarta.

Berdasarkan hasil pengujian Lemigas terhadap sampel yang diperiksa, Pertalite dinyatakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah. Meski demikian, Pertamina tetap menelusuri dan memverifikasi laporan konsumen untuk memastikan setiap keluhan ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menyatakan akan terus mengevaluasi penyaluran BBM dan memperkuat pengawasan terhadap lembaga penyalur. Hal itu untuk menjaga kelancaran distribusi serta memenuhi kebutuhan masyarakat.