ANTARASATU.COM | Medan - Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sorotan setelah video yang dibuatnya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Video tersebut beredar pada Minggu (4/10) dan menuai perhatian warganet lantaran memperagakan kondisi seseorang setelah mengonsumsi makanan MBG. Konten itu kemudian dikaitkan dengan isu gangguan kesehatan yang sebelumnya ramai dibicarakan terkait program tersebut.
Dalam video yang beredar, wanita yang diketahui merupakan pegawai SPPG itu memperlihatkan dirinya seolah-olah baru mengonsumsi MBG setelah melewati batas waktu makan yang disebutkan.
"Aku baru makan MBG. Batas makannya 12," ucapnya dalam video tersebut.
Ia kemudian memperagakan kondisi setelah mengonsumsi makanan tersebut. Konten itu lantas mendapat kritik karena dinilai kurang tepat dijadikan bahan candaan, terutama di tengah munculnya pemberitaan mengenai dugaan keracunan yang dikaitkan dengan MBG.
Sorotan terhadap video tersebut semakin besar setelah sejumlah pihak meminta wanita itu menyampaikan permintaan maaf.
Namun, dalam video klarifikasi yang kembali beredar, ia justru mengatakan tidak bersedia meminta maaf. Ia bahkan tertawa ketika membahas tuntutan tersebut.
"Aku disuruh minta maaf dan aku merasa tidak punya salah ke siapapun. Kenapa aku disuruh minta maaf?" ujarnya.
Ia menjelaskan, konten tersebut tidak dibuat untuk mengejek korban maupun pihak tertentu. Menurutnya, video itu dibuat melalui akun media sosial pribadinya dan memiliki tujuan berbeda.
"Pertama ini Instagram, Instagram aku dan aku enggak ada ngeledek apapun," katanya.
Ia mengaku justru ingin membantah anggapan bahwa program MBG merupakan sesuatu yang menakutkan. Menurutnya, pemberitaan di media sosial mengenai MBG terlalu banyak menggambarkan sisi negatif program tersebut.
"Justru aku malah ingin mematahkan statement di sosial media aku sendiri kalau MBG itu enggak seserem yang ditayangkan di sosial media yang digoreng," ujarnya.
Wanita tersebut juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan kontennya adalah membahas batas waktu konsumsi makanan MBG.
Ia mengklaim ingin menunjukkan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi setelah melewati waktu yang ditentukan tidak otomatis menimbulkan gangguan kesehatan.
"MBG yang dimakan di lewat jam itu tuh enggak bakal kena efek apa-apa," katanya.
Ia kembali menegaskan bahwa konten yang dibuat sebelumnya tidak bermaksud mengejek pihak mana pun.
"Padahal konten yang aku buat, SG yang aku buat di story aku sebelumnya itu justru aku enggak ngeledek sama sekali," ujarnya.
"Justru di situ aku ngasih tahu, ini loh," lanjutnya.
Meski telah memberi klarifikasi, kontroversi tetap berlanjut. Warganet menilai cara penyampaian konten tersebut tidak sensitif terhadap orang-orang yang benar-benar mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan.
Posisi wanita tersebut sebagai pegawai di lingkungan SPPG juga turut menjadi perhatian. SPPG merupakan bagian dari pelaksanaan program MBG, sehingga konten yang berkaitan dengan keamanan makanan program itu mendapat sorotan lebih luas.
Dalam klarifikasinya, wanita tersebut tetap mempertahankan pandangannya bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan dan tidak memiliki kewajiban untuk meminta maaf.
"Saya merasa tidak punya salah ke siapapun. Kenapa aku disuruh minta maaf?" tegasnya.
Ia mengatakan, video dibuat melalui akun Instagram pribadi dan bukan ditujukan untuk menyerang ataupun mengejek korban dugaan keracunan MBG.
"Justru aku malah ingin mematahkan statement di sosial media aku sendiri kalau MBG itu enggak seserem yang ditayangkan di sosial media yang digoreng," ujarnya.
Menurutnya, video tersebut ingin memberi perspektif lain kepada pengguna media sosial mengenai konsumsi MBG setelah waktu yang ditentukan.
"Ini loh kalau makan MBG di jam segini tuh enggak jadi masalah gitu," katanya.
Konten itu hingga kini menjadi perbincangan di media sosial. Perdebatan terutama berkisar pada cara penyampaian pesan dan sensitivitas konten di tengah adanya perhatian publik terhadap kasus gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
