Jenazah Herson Franki Hutauruk saat dievakuasi dari sungai Sei Lepan.
ANTARASATU.COM | Langkat - Nasib nahas dialami Herson Franki Hutauruk, 53, warga Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Pria itu dilaporkan terpeleset di pinggir sungai Sei Lepan, Desa Lama Baru, Kecamatan Sei Lepan, hingga akhirnya hanyut dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa terjadi pada Rabu (23/9) sekitar pukul 04.00 WIB. Herson dilaporkan terpeleset saat berada di sekitar pinggir sungai.
Kabar itu kemudian memicu pencarian oleh pihak kepolisian bersama keluarga dan masyarakat sekitar. Namun hingga laporan diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, keberadaan Herson belum diketahui.
Keluarga korban selanjutnya meminta bantuan pencarian dan pertolongan melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Laporan ini disampaikan melalui Rahmat Iriadi dari BPBD Langkat.
Merespons laporan itu Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengerahkan tujuh personel Tim Rescue beserta sejumlah peralatan SAR menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur terkait.
Di antaranya Polsek Babalan dan BPBD Langkat, untuk melanjutkan pencarian terhadap korban. Dan upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Kamis (24/9).
Sekitar pukul 12.40 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa seorang nelayan menemukan korban. Tim kemudian bergerak menuju lokasi penemuan.
"Saat tim tiba di lokasi, tim langsung menerima laporan bahwasanya ada nelayan yang menemukan korban, sehingga tim langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi korban," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, Kamis (24/9).
Herson ditemukan sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian awal atau titik lokasi kejadian (LKP). Sayangnya, saat ditemukan, Herson sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Setelah berhasil ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 13.25 WIB dan korban selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.
Dalam operasi pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi. Antara lain Rescue Car Double Cabin, perahu karet, drone thermal, Aqua Eyes, perlengkapan water rescue, peralatan medis, peralatan komunikasi, alat pelindung diri (APD), hingga kantong mayat.
Hery mengatakan, proses pencarian dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh unsur SAR yang terlibat serta mengoptimalkan peralatan yang tersedia di lapangan. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah setempat, masyarakat dan keluarga korban yang turut mendukung proses pencarian hingga korban ditemukan.
Hery juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sekitar sungai. Terutama dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan mengenali potensi bahaya yang ada.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas seorang diri di area yang berisiko. Terlebih ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan atau berpotensi membahayakan keselamatan.
Jika terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan jiwa, masyarakat diminta segera melaporkannya ke pihak berwenang atau Kantor Pencarian dan Pertolongan agar dapat segera ditindaklanjuti.
