google.com, pub-7586912727531913, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Solusi Pertamina Selamatkan Tambak Udang Lhokseumawe dari Ancaman Iklim

Advertisement

Solusi Pertamina Selamatkan Tambak Udang Lhokseumawe dari Ancaman Iklim

23 Agustus 2026


ANTARASATU.COM | Lhokseumawe - Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global di atas kertas. Namun sudah ancaman nyata bagi petambak udang vaname di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh.

Fluktuasi suhu air, ketidakstabilan salinitas, hingga lonjakan pH air tambak belakangan makin sering memicu stres pada udang. Dilanjutkan dengan serangan penyakit hingga kematian massal yang menggerus pendapatan warga pesisir.

Melihat ancaman itu Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe turun tangan. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Gampong Berdikari, Pertamina membekali para petambak dengan strategi adaptasi perubahan iklim.

Strategi ini diawali dengan pelatihan pembuatan probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL). Inovasi yang memanfaatkan limbah buah dari pasar tradisional dan diformulasikan dengan tambahan daun murbei alami.

Formulasi tersebut berfungsi sebagai immunostimulan alami untuk memperkuat daya tahan tubuh udang vaname. Khususnya dalam menghadapi perubahan kualitas air tambak yang ekstrem.

"Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei," ungkap Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, Jumat (21/8).

Pendekatan ini sekaligus mengusung prinsip ekonomi sirkular yang sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Yakni Broh Jeut Ke Peng, atau sampah jadi uang.

Limbah organik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi produk bernilai guna tinggi. Dengan memproduksi probiotik MOL secara mandiri, ketergantungan petambak terhadap produk kimia komersial dapat ditekan.

Kualitas air tambak tetap terjaga, kesehatan udang meningkat dan risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem dapat diantisipasi. Semuanya demi menjaga kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir Lhokseumawe.