Situasi saat banjir melanda Tapteng, Jumat (17/7). (Ist. dok warga)
ANTARASATU.COM | TAPANULI TENGAH - Sedikitnya 200 kepala keluarga terdampak banjir yang melanda Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Bencana yang terjadi pada Jumat (17/7), itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan tanggul darurat sungai Aek Siaga Laga jebol sehingga air meluap ke kawasan permukiman warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut mencatat sekitar 200 unit rumah terdampak dalam kejadian tersebut. Luapan air menggenangi kawasan permukiman dan sempat menghambat aktivitas warga di sejumlah titik.
"Namun mulai Sabtu, 18 Juli 2026, banjir sudah berangsur surut," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut Sri Wahyuni, Minggu (19/7).
Menurut dia, hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) meningkatkan debit sungai Aek Siaga Laga hingga akhirnya merusak tanggul darurat. Air kemudian melimpas ke permukiman di Kelurahan Sipange yang berada di sekitar aliran sungai.
Meski merendam ratusan rumah, hingga laporan terakhir belum ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan. Pemkab Tapteng masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta mengidentifikasi kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.
Petugas BPBD bersama aparat pemerintah setempat juga disebut masih terus melakukan asesmen di lokasi terdampak serta memenuhi kebutuhan dasar warga. Pemantauan terhadap debit sungai juga masih dilakukan mengingat curah hujan di wilayah itu masih berpotensi tinggi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun telah memasukkan banjir ini sebagai salah satu kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai daerah pada pertengahan Juli 2026. Dalam periode yang sama, badan itu juga mencatat kejadian tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
BNPB menyatakan, dominasi bencana hidrometeorologi masih dipengaruhi tingginya intensitas hujan di sejumlah daerah. Karena itu, pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang berada di sekitar daerah aliran sungai maupun kawasan rawan longsor.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan apabila hujan turun dalam durasi panjang karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit sungai dan banjir susulan.
